Minggu, April 26, 2026
HomeBankQ1 2026 Bank Mandiri Raih Laba Rp15 Triliun Lebih

Q1 2026 Bank Mandiri Raih Laba Rp15 Triliun Lebih

Bank Mandiri berhasil membukukkan kinerja bisnis yang solid pada kuartal pertama 2026 di tengah tekanan global maupun meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional. Bank Mandiri berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen (yoy).

Profitabilitas terjaga yang tercermin dari return on equity (ROE) di level 22,1 persen serta fondasi permodalan yang kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 19,7 persen. Posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, kinerja ini merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang dijalankan secara terarah dengan mengedepanjan sinergi melalui penguatan bisnis UMKM dan ekonomi kreatif serta sinergi ekosistem digital.

“Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Minggu (26/4).

Baca juga: Bank Mandiri Terbitkan Surat Utang Global, Oversubcribe 3,3 Kali

Kinerja intermediasi Bank Mandiri pada kuartal pertama 2026 menunjukkan akselerasi yang konsisten di atas rata-rata industri di seluruh indikator utama. Dari sisi penyaluran kredit, penyaluran per Maret 2026 tercatat sebesar Rp1.530 triliun atau naik 17,4 persen (yoy), di atas rata-rata industri yang tumbuh 9,37 persen.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 13,2 persen pada periode yang sama. Struktur pendanaan juga semakin kuat, tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7 persen.

Baca juga: Laba Bersih Bank BNI 2025 Capai Rp20 Triliun

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri M. Rizaldi menjelaskan, seluruh ekspansi bisnis ini secara konsisten diimbangi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin dengan NPL Gross bank only terjaga di level 0,98 persen atau membaik 3 bps (yoy), jauh di bawah rata-rata industri sebesar 2,17 persen, didukung pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio di level 245 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

Kontribusi Manufaktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Terus Menanjak

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, kinerja industri pengolahan atau manufaktur...

Triwulan I Manufaktur Catat Realisasi Investasi Baru Rp418,62 Triliun

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, berdasarkan data Sistem Informasi Industri...

Menkeu: Pemerintah dalam “Mode Bertahan” Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Para menteri ekonomi di kabinet Presiden Prabowo Subaitno berulangkali...

APBN dan Ekonomi Kuat, Menkeu Bidik Pertumbuhan 5,7 Persen pada Triwulan II

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan, kondisi ekonomi...

Berita Terkini