Rabu, September 23, 2026
HomeNewsEkonomiSituasi Politik yang Panas Bikin Rupiah Kian Terpuruk

Situasi Politik yang Panas Bikin Rupiah Kian Terpuruk

Panasnya situasi sosial politik seiring demo yang dilakukan mahasiswa di DPR yang memakan korban jiwa driver ojol, diikuti demo buruh yang menuntut kenaikan upah, membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) yang sudah terpuruk sejak pekan lalu makin payah.

Sebelumnya faktor eksternal sudah memperburuk nilai tukar rupiah. Terutama data ekonomi Amerika Serikat (AS) triwulan dua yang melampaui proyeksi awal, seperti pertumbuhan ekonomi dan data pengangguran, yang membuat pemilik uang mengalihkan dana ke instrumen dolar AS.

Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini tersebut, Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (29/8/2025), pada akhir hari Kamis, 28 Agustus 2025, kurs tengah rupiah di pasar uang antar bank di Jakarta (Jisdor) ditutup pada level (bid) Rp16.340 per USD. Melemah 40 poin dibanding Kamis pekan lalu (21 Agustus 2025) yang tercatat di level Rp16.280 per USD.

Baca juga: Pekan Ini Rupiah Terperosok Cukup Dalam Karena Faktor The Fed

Pelemahan rupiah itu terjadi bersamaan dengan turunnya imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun ke level 6,30 persen, menguatnya indeks dolar AS ke level 97,81, dan turunnya yield surat utang pemerintah AS atau US Treasury (UST) Note 10 tahun turun ke level 4,203 persen.

Pada pagi hari Jumat, 29 Agustus 2025, rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.340 per USD, dan ditutup di level Rp16.461, atau merosot 121 poin dibanding penutupan perdagangan Jumat pekan lalu yang tercatat di level Rp16.340. Yield SBN yang srelatif stabil di level 6,29 persen tidak mampu menahan pelemahan rupiah.

Ke depan bila demo-demo berlanjut dan situasi politik makin panas, para pengamat pasar uang memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan terus melemah.

Berita Terkait

Ekonomi

Juli 2026 Kunjungan Turis asal Timur Tengah dan Eropa Naik Tinggi

Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) awal September 2026...

Jaga Kecukupan Likuiditas, Kemenkeu Lanjutkan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Perbankan

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melanjutkan kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran...

Menkeu: Agustus 2026 Penerimaan Negara Tumbuh 25,4 Persen, Utang on Track, Defisit Terjaga

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, kinerja Anggaran Pendapatan...

Berita Terkini