Senin, April 6, 2026
HomeBerita PropertiRp500 Miliar Untuk Satu Rumah di Pondok Indah

Rp500 Miliar Untuk Satu Rumah di Pondok Indah

Tidak ada sebutan lain yang pantas diberikan kecuali kata fantastis! Sebuah rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan, terjual seharga Rp500 miliar. Rumah tersebut berdiri di atas tanah seluas 5.000 m2 di kawasan Bukit Golf.

Kawasan tersebut memang menempati kasta paling tinggi diantara blok-blok lain yang harganya juga selangit. Beberapa konglomerat tercatat tinggal di kawasan Bukit Golf Pondok Indah, seperti Ciputra, Sudwikatmono, Deddy Kusuma, dan lain-lain. Karena pemilik rumah di sini orang-orang tidak butuh uang makanya bila ada yang berminat harganya suka-suka yang punya.

Rumah di Bukit Golf Pondok Indah
Rumah di Bukit Golf Pondok Indah

Transaksi rumah tersebut terjadi tahun lalu. Liza Kuntjoro, Associate Director Era Home Pondok Indah, salah satu agen properti di kawasan, yang mengetahui perihal jual beli ini, mengatakan, di Pondok Indah ada tipikal konsumen yang disebut kolektor. Dia hanya melihat lokasi, bukan harga. Kalau lokasinya bagus dan prospektif biar harganya tidak masuk akal akan dibeli.

Liza tidak menyebutkan seberapa luas bangunan rumah seharga setengah triliun itu. Yang pasti, katanya, notarisnya terkaget-kaget melihat transaksi sebesar ini. “Selama menjalani profesi sebagai notaris dia mengaku baru kali ini menangani transaksi senilai setengah triliun,” ujar Liza.

Dengan terjual Rp500 miliar atau Rp100 juta/m2, ini menempatkan  harga tanah di Pondok Indah salah satu yang paling tinggi di Jakarta. Di luar kawasan Bukit Golf,  harga tanah di Pondok Indah  yang areanya seluas 400 ha itu terbagi dua kategori: paling murah dan sedang. Paling murah berkisar Rp25-35 juta/m2 di blok Pinang, kawasan pengembangan tahap pertama dengan kaveling kecil. Kategori sedang adanya di  kawasan Alam Asri, Niaga Hijau, dan Sekolah Duta seharga Rp40 – 45 juta/m2. Pras

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini