Senin, Juni 15, 2026
HomeBerita PropertiPaulus Purwito Handoyo, Arsitek Yang Paham Selera Pasar

Paulus Purwito Handoyo, Arsitek Yang Paham Selera Pasar

Ia mampu menawarkan rancangan rumah yang tidak mahal namun terlihat mewah.

Di antara para arsitek langganan developer nama Purwito terbilang paling kerap terdengar. Sebagian besar desain rumah di Kota Wisata, Legenda Wisata dan BSD City (ketiganya dari Duta Pertiwi Group/Sinarmas Group) yang disukai kaum berpunya itu misalnya, dia yang mengerjakan. Karyanya tersebar di banyak perumahan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta sejumlah kota di Jawa dan luar Jawa.

Cluster Van Gogh Legenda Wisata
Cluster Van Gogh Legenda Wisata

Sebutlah (selain ketiga real estate berskala kota di Bogor dan Tangerang itu) Sunter Paradise dan Casa Jardin (Jakarta), Dramaga Cantik (Bogor), The Gardens (Cirebon), Mekar Wangi dan Sentra Duta Townhouse (Bandung), Pakuwon City (Surabaya), Ijen Nirwana Residence (Malang) dan Tanjung Bunga (Makasar). Ia tidak menspesialisasikan diri pada pasar tertentu tapi mengakui saat ini lebih banyak mengerjakan rumah real estate ketimbang rumah pibadi.

Awalnya Purwito bekerja sebagai artist impression, membuat materi arsitektur dan brosur perumahan yang dikembangkan Duta Pertiwi Group. Bos Duta Pertiwi kala itu Suryatma Wiraatmadja kepincut dengan desainnya, dan memintanya merancang rumah di hampir semua cluster di Kota Wisata. “Sekitar 30-an cluster di Kota Wisata saya yang buat desainnya,” katanya. Begitu pula di Legenda Wisata dan BSD City, ia sudah mengerjakan desain di puluhan cluster.

Murah namun mewah

Hampir semua developer yang pernah menjadi kliennya tetap setia memakai jasanya. “Satu developer minimal mengerjakan tiga cluster,” ungkap lulusan arsitektur Unika Atmajaya Yogyakarta angkatan 1983 ini. BSD City, Kota Wisata dan Legenda Wisata misalnya, sampai sekarang belum berpaling ke arsitek lain dalam menggarap rancangan rumahnya. Ia disenangi karena mampu menawarkan desain yang sesuai dengan selera developer.

“Biasanya developer menginginkan rumah dengan biaya konstruksi murah tapi bisa dijual tinggi,” ujarnya. Ia mewujudkan aspirasi itu dengan menyodorkan desain yang mengakomodasi selera pasar, namun menggunakan material bangunan berkualitas standar untuk menekan bujet. “Jadi, rancangan rumah yang saya buat tidak mahal tapi tetap terlihat mewah,” jelasnya.

Besok jadi

Menurut Purwito, tidak gampang memenuhi aspirasi itu bagi kebanyakan arsitek, terutama yang belum terbiasa bekerja dengan developer. Sering para arsitek lebih menginginkan ciri khas atau idealismenya yang ditonjolkan pada rancangannya. Sementara developer membayangkan konsep desain ideal yang berbeda pada rumah yang akan dibangunnya: yang sesuai selera pasar dan mudah dijual.

“Di situlah tantangannya. Arsitek harus bisa bersikap fleksibel, tidak kaku dalam menerapkan garis desain tanpa harus kehilangan idealisme dalam berkarya,” katanya.  Ia sendiri sudah sangat khatam dengan karakter developer itu. “Karena itu mereka telpon jam 10 malam pun besok desain yang mereka inginkan sudah jadi,” lanjutnya.

Karena perusahaan developer dimiliki beberapa pihak dengan selera berbeda-beda, ia menekankan pentingnya komunikasi antara dirinya sebagai perancang dan mereka untuk menyepakati sebuah rancangan.

Seperti Mbah Surip

Paulus Purwito Handoyo
Paulus Purwito Handoyo

Purwito mengaku tidak memiliki ciri khas atau kecenderungan terhadap gaya tertentu dalam mendesain. Semua desain arsitektur yang diinginkan klien dipenuhinya. Dalam hal ini ia mengganggap penting faktor estetika dengan alasan pandangan pertama konsumen tertuju pada keindahan rumah baru detailnya. Kredo itu berlaku juga dalam merancang rumah pribadi. Hanya untuk rumah pribadi yang kadang tanpa batasan bujet ia leluasa bereksperimen.

Desain layout rumah real estate juga diselaraskan dengan kepentingan pasar, kendati tetap memperhatikan faktor-faktor seperti pencahayaan, penghawaan, orientasi matahari dan feng shui agar nyaman dihuni. Jadi, layout-nya harus mampu memenuhi kebutuhan berbagai kalangan secara umum dan sesuai dengan karakteristik pasar setempat. Misalnya, konsumen di Jakarta Barat cenderung menginginkan kaveling rumahnya dibangun habis dengan jumlah kamar yang banyak. Sebaliknya konsumen di Jakarta Selatan lebih suka dibangun secukupnya, selebihnya ruang terbuka hijau.

Pembedaan dilakukan berdasarkan konsep pengembangan setiap perumahan, sehingga menjadi ciri khas dan kelebihan masing-masing perumahan. Sebagai contoh, kalau temanya menjual view panorama alam sekitar maka ruang-ruang utama diprioritaskan mendapat sudut pandang terbaik. Bisa juga ruang luar atau terasnya dibuat besar karena misalnya, udara di lokasi sangat nyaman. Tapi, kalau konsepnya mengutamakan privasi, kamar utama yang dibuat besar lengkap dengan ruang duduk, kamar mandi sendiri dan lain-lain.

Purwito mengungkapkan, dalam mendesain ia lebih mengutamakan olah rasa ketimbang logika. “Seperti Mbah Surip (alm), fleksibel dan tidak kaku dalam berkarya, menikmati apa yang dikerjakan dan lebih menghargai hubungan kemanusiaan,” kata pria yang gemar melukis dan olah raga menyelam ini. Sebab itu sebelum mendesain ia berusaha mengenal kliennya lebih personal supaya bisa mendalami keinginannya.

Hanya, ia enggan menyebutkan fee design-nya dengan alasan nilainya sangat fleksibel. “Kalau kliennya enak, fee-nya bisa terserah klien,” katanya. Tapi kalau klien banyak tingkah atau tidak jelas mau desain seperti apa, ia lebih suka meninggalkannya. Khusus klien developer, fee desain dihitung secara proporsional. Saat ini untuk melayani klien-kliennya Purwito dibantu dua arsitek, tiga drafter dan tiga artist impression di bawah bendera Poerina Design. Amalia M Roozanty

 

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Merosot Optimisme Kaum Menengah Atas Terhadap Prospek Penghasilannya

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini...

Berita Terkini