Rumput Sintetik Lano Kehijauan Rumah Artifisial
Bagi yang tidak senang menanam pohon di halaman rumah karena dianggap merepotkan dan kotor, kini selain bunga artifisial di dalam pot dan dipajang di dalam rumah, ada juga halaman artifisial berupa rumput sintetik asal Belgia dengan merek Lano.
Menurut Moira Sianturi, Marketing Manager PT Datra Internusa yang memasarkannya di Indonesia, penggunaan rumput sintetik di rumah menguntungkan karena bebas perawatan. “Tidak perlu kuatir lagi soal merawat tanaman yang butuh perhatian khusus. Dengan kualitas material terbaik, penampilan rumput sintetik ini menyerupai rumput asli,” katanya.

Di negara asalnya rumput sudah didesain begitu rupa agar bisa menyesuaikan diri dengan empat musim. Dipasang di Indonesia yang merupakan negeri tropis, kualitas rumput akan lebih terjaga dan awet. Backing atau lapisan belakang rumput terbuat dari polypropelene, sejenis plastik berkualitas tinggi. Sedangkan bahan infill atau pengisinya pasir silika yang lembut, lapisan serat (fiber)-nya dari polyethelene dengan filter penahan sinar ultraviolet.
“Meski didominasi serat plastik, saat diinjak rumput tetap membal karena ada kombinasi material-material pilihan itu,” jelasnya. Helai plastiknya tidak mudah copot walaupun sering diinjak. Model rumput sintetik yang ditawarkan antara lain rumput gajah. Selain untuk halaman rumah, rumput sintetik Lona tersedia juga untuk keperluan jogging track, lapangan futsal dan tenis.
Bentuk rumput berupa gulungan sepanjang 26 m dan lebar 4 m dengan ketebalan mulai dari 42 mm. Sebelum dipasang pastikan permukaan lahan rata dengan kemiringan untuk drainase air sekitar satu persen. Harga Lano mulai dari Rp450 ribu/m2. PT Datra Internusa juga memasarkan produk Cina seharga Rp120–390 ribu/ m2. Semua harga belum termasuk pemasangan. [AMEL]
Sumber: Majalah HousingEstate