Minggu, Oktober 25, 2026
HomeBerita PropertiApersi Soroti Soal Pembiayaan dan Perpajakan

Apersi Soroti Soal Pembiayaan dan Perpajakan

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DKI Jakarta, menyoroti masalah pembiayaan perumahan, pajak properti, prospek bisnis properti tahun 2016. Tiga hal itu jadi isu sentral yang dibahas dalam forum rapat kerja daerah (Rakerda) Apersi yang berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta. Pembahasan isu tersebut dikaitkan dengan program pembangunan sejuta rumah dan kondisi perekonomian nasional.

Ari T Priyono Ketua APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) DKI Jakarta sekaligus Dirut PT Riscon Realty
Ari T Priyono Ketua APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) DKI Jakarta sekaligus Dirut PT Riscon Realty

Menurut Ketua DPD Apersi DKI Jakarta Ari T. Priyono, Apersi terus mendorong pemerintah untuk meningkatkan pembiayaan khususnya untuk program rumah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Kita tahu program sejuta rumah ini telah menggairahkan industri properti. Kalau akad kredit Bank BTN biasanya hanya 100 ribuan unit, sejak adanya program sejuta rumah ini naik hingga 400 ribuan unit,” ujarnya kepada housing-estate.com usai rakerda di Jakarta, Jumat (18/12).

Agar program ini bisa  berjalan lebih cepat Ari mendorong Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan. Penurunan BI rate akan berimbas pada penurunan bunga KPR dan Kredit Yasa Griya (KYG) kepada developer dan pengembang. Ari optimis hal ini akan berdampak positif terhadap seluruh segmen properti.

Apersi juga merekomendasikan untuk sektor properti diberlakukan satu jenis pajak.  Saat ini fasos-fasum yang diserahkan pengembang kepada pemerintah masih dikenakan pajak. “Kalau pajak untuk properti ini bisa disimpelkan industri ini pasti akan lebih maju lagi. Sekarang pajaknya bermacam-macam,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini