Selasa, April 21, 2026
HomeBerita PropertiPerkantoran Menjadi Indikator Pasar Perumahan

Perkantoran Menjadi Indikator Pasar Perumahan

Penyerapan ruang perkantoran menjadi indikator bakal berkembangnya sektor hunian. Tumbuhnya pusat-pusat bisnis baru yang salah satunya diindikasikan berkembangnya perkantoran akan memicu pertumbuhan sektor lainnya terutama perumahan dan fasilitas komersial.

pembangunan apartemen
Ilustrasi : pembangunan perkantoran

“Kalau ada aktifitas bisnis di situ pasti akan ada permintaan rumah karena karyawannya butuh hunian. Selain itu potensi pasarnya juga berkembang karena semakin banyak orang yang punya kemampuan mencicil rumah,” ujar Aldi Garibaldi, Senior Associate Director Capital Markets and Investment Services Colliers International Indonesia (CII), kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (12/4).

Aldi menjelaskan, kondisi pasar perkantoran saat ini masih berat karena banyaknya perusahaan yang melakukan restrukturisasi bisnis. Mereka melakukan efisiensi  dengan mengurangi pemakaian ruang perkantoran atau relokasi ke perkantoran dengan grade lebih rendah. Khusus perusahaan pertambangan, minyak dan dan gas sejak beberapa tahun lalu sudah tidak ada ekspansi bisnis dan memperluas ruang perkantorannya.

Sebaliknya suplai ruang perkantoran masih cukup besar sehingga tingkat serapannya cukup tertekan. Kondisi pasar perkantoran ini sebangun dengan sektor apartemen dan perumahan karena memang erat kaitannya. Konsumen semakin sulit menjangkau karena harga apartemen dan perumahan terus naik cukup tinggi. “Sektor hunian belum bisa berharap banyak karena kondisinya memang masih lemah, selain itu target pertumbuhan 5 persen juga belum dapat mendongkrak pertumbuhan sektor properti,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Berita Terkini