HousingEstate, Jakarta - Mahata Serpong (2,4 ha/6 menara), apartemen besutan Perum Perumnas di area stasiun Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan (Banten), di jalur KRL Tanah Abang- Bintaro-Serpong-Parung Panjang-Tigaraksa- Tenjo-Maja-Rangkasbitung, dalam Housing Estate Awards 2019 mendapat penghargaan sebagai apartemen terjangkau paling favorit di Tangerang Selatan (The Most Favorite Affordable Apartment in Tangerang Selatan). Apartemen ini berhak atas penghargaan itu karena sejak dipasarkan Oktober 2018 terjual lebih dari 80 persen atau 600 unit lebih.

Mahata Serpong akan terdiri dari dua tower apartemen bersubsidi dan empat tower nonsubsidi. Tahap pertama dikembangkan tiga tower Cattleya, Vanda, Violet mencakup 1.800-an unit hunian. “Saat ini dipasarkan tower Cattleya (nonsubsidi) sebanyak 743 unit,” kata Afandi, Project Manager Mahata Serpong. Tower 34 lantai ini menyediakan unit tipe studio 21,9 m2, 2BR 35,9 m2, dan 2 BR+ seluas 60,4 m2.

Afandi, Project Manager Mahata Serpong

Apartemen dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD) atau terintegrasi dengan stasiun yang mempertemukan aneka moda transportasi lain, seperti angkutan kota. Dari stasiun Rawabuntu ke Tanah Abang (Jakarta) dengan KRL hanya 30 menit dengan ongkos Rp3.000/penumpang/ sekali jalan. Kaum milenial banyak membeli apartemen ini karena harganya terjangkau dan mudah diakses itu.

Faktor lain, adanya wacana menjadikan stasiun Rawabuntu menjadi hub station untuk transportasi berbasis rel di barat Jakarta. Stasiun itu akan menjadi titik pertemuan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang akan ditarik hingga Serpong-Balaraja dan light rail transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodetabek rute Serpong-Bandara. Dua proyek ini sudah masuk agenda resmi pemerintah. Pembangunannya akan dimulai tahun 2021- 2023. Sesuai desain BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabotabek), MRT Jakarta dari Lebak Bulus akan melalui Ciputat-Pamulang- Taman Tekno Serpong-Rawabuntu. Jika terwujud, prospek Mahata Serpong akan makin melambung.

Apalagi, lokasi Mahata Serpong hanya 100 meter dari jalan tol Serpong–Ulujami yang terkoneksi dengan semua jalan tol di Jabodetabek termasuk tol Serpong-Balaraja- Bandara yang sedang dibangun. Dengan beragam keunggulan itu, harga apartemen cukup kompetitif. Tipe studio dibandrol Rp300 jutaan, tipe 2 BR 35,9 m2 Rp600 juta. Depe-nya hanya lima persen bisa diangsur tiga bulan. Paling laris tipe studio karena harganya terjangkau dan mudah disewakan. Afandi memprediksi tarif sewanya Rp3,5-4 juta per bulan.

Saat ini progres pembangunan tahap pertama sudah mencapai persiapan struktur atas. Tower hunian akan dibangun di atas podium yang difungsikan sebagai area komersil dan untuk menempatkan fasilitas itu. Akses dari apartemen ke stasiun di bawah juga melalui podium dengan cara tap in/tap out di lantai tiga. Fasilitas seperti outlet ritel, kafe, resto, dan salon, ditempatkan di podium itu. Fasilitas lebih lengkap ada di kota baru BSD yang bisa dicapai dalam 5-10 menit. Di apartemen disediakan park & ride, communal room, wall climbing, taman bermain, dan green park.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #190 Edisi Juni 2020