HousingEstate, Jakarta - PT Aluminium Company Extrusion Indonesia (Alcomexindo) merupakan sister company dari PT Alexindo, produsen profil alumunium untuk aneka keperluan. Brand ini menjamin kualitas yang sama dengan produk pendahulunya, namun untuk segmen pasar di bawah Alexindo sehingga dua produk itu bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Alcomexindo meraih penghargaan Housing- Estate Awards (HEA) 2019 untuk kategori The Most Favorite of Aluminium Frame in Middle Class Housing Projects. Basis produksi Alcomexindo di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, dengan pabrik seluas Sembilan hektar yang dilengkapi delapan mesin press untuk aktivitas peleburan, ekstrusi, anodizing, lacquer, powder coating, dan fabrikasi untuk barang jadi.

“Antara Alcomexindo dan Alexindo akan saling melengkapi untuk memenuhi permintaan pasar yang makin dinamis. Untuk kualitas, kedua produk ini kami bisa jamin sama. Hanya saja untuk penetapan pricing atau range harga, Alcomexindo 5-10 persen lebih murah dibandingkan Alexindo. Makanya produk ini dipakai 50 persen untuk pasar ritel, sisanya komersial industri,” kata Louis Pardinata, Assistant Manager Alcomexindo.

Kualitas dan ketahanan produk menjadi hal yang paling diutamakan untuk menjamin durabilitas penggunaannya. Kelebihan lain produk ini, menggunakan teknologi laminating dengan sistem powder in powder. Pengguna bisa meminta warna khusus (on demand). Kontinuitas produknya juga sangat tinggi dengan pilihan warna paling banyak putih.

Furnitur hingga elektronik

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Alcomexindo juga tidak berhenti hanya pada penyediaan produk bahan bangunan. Perkembangan yang pesat di industri ekstrusi, membuat Alcomexindo saat ini memiliki ribuan profil untuk memenuhi permintaan pasar. Bukan hanya berorientasi pada sektor bangunan dan konstruksi, tapi juga merambah ke sektor transportasi, industri, sistem partisi, hingga industri elektronika seperti heat sink electronics.

Di pabrik juga ada lini produksi furnitur seperti meja, kursi, lemari, dan lain sebagainya yang dibuat menggunakan profil alumunium, kemudian dirajut dengan rotan sintetis. Menggunakan rangka alumunium seperti itu, produk diklaim sangat kuat dan nyaman digunakan dengan hasil akhir jadi berbagai produk furnitur untuk indoor (ruang dalam) dan outdoor (luar ruang). Sebagian besar untuk diekspor dan digunakan beberapa hotel yang dimiliki grup.

“Kapasitas produksi kami saat ini mencapai 1.500 ton per bulan dan 80 persennya digunakan di wilayah Jabodetabek dan kota-kota di pulau Jawa. Tahun ini situasi bisnis masih cukup menantang, sehingga strateginya hanya untuk surviving. Makanya pertumbuhan month to month masih relatif sama. Tahun depan kami menargetkan pertumbuhan 10 persen dengan melihat situasi bisnis yang akan lebih baik,” kata Louis.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020