HousingEstate, Jakarta - Hyronimus Yohanes, GM Marketing & Sales kota baru Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta, tahun ini menyabet anugerah Housing- Estate Awards 2019 kategori The Best Productive Primary Property Marketer. Ia dianugerahi penghargaan sebagai pemasar properti primer paling produktif karena keberhasilannya menjaga penjualan JGC tetap bagus sepanjang tahun ini kendati situasi pasar masih sulit.

Hingga Oktober 2019 penjualan township seluas 370 ha besutan PT Mitra Sindo Sukses (Modernland) itu mencapai Rp900 miliar. Hingga tutup tahun total penjualannya diperkirakan menembus Rp1 triliun, karena omzet November 2019 mendekati Rp100 miliar.

Ronny, sapaan Hyronimus, menyebutkan, pasar rumah menengah atas secara umum masih buruk. Tapi, konsumennya tetap ada. Mereka hanya lebih berhati-hati dan selektif memilih. “Jadi, kita harus dapat membaca kemauan pasar. Produk yang dipasarkan sesuai kemauan konsumen. Pasti terserap pasar,” katanya.

Salah satu kiatnya, menawarkan produk dengan harga terjangkau dan cara bayar yang fleksibel. Depe hanya 5-10 persen dicicil 24-36 kali. JGC berkolaborasi dengan sejumlah bank memberikan bunga promo super ringan. Tahun lalu strategi ini memberikan hasil bagus. Ronny mengatakan, karena faktor politik tantangan tahun 2019 lebih berat. Pilpres membuat orang waswas dan memilih menahan uangnya. Target penjualan Januari 2019 nyaris gagal karena hingga pekan ketiga baru tercapai 30 persen.

Lompatan penjualan terjadi pada enam hari terakhir setelah Ronny mendorong tim sales bekerja lebih keras dengan menggali seluruh potensi yang ada. Walhasil, dari target Rp76,5 miliar, hingga akhir Januari 2019 tercapai Rp76,3 miliar. “Hanya kurang dari seminggu dapat omzet Rp50 miliar lebih,” ungkapnya.

Selanjutnya penetrasi disiapkan lebih matang dengan meluncurkan produk yang lebih terjangkau milenial. Tipe-tipe besar dicacah ulang (resizing) menjadi lebih kecil. Misalnya The Savoy, hunian 2 in 1 yang semula tipe 125/136 (8×17) seharga Rp2,6 miliar dikecilkan menjadi 56 m2 (4,5×14) seharga Rp1,3 miliar. JGC juga menggelar pameran di AEON Mall JGC. Hasilnya luar biasa. Semua unit di blok hadap barat sebanyak 40 unit yang biasanya kurang diminati habis terjual dalam tiga hari. April saat situasi politik sedang panas-panasnya, omzetnya Rp142 miliar dari penjualan 69 rumah.

Dua bulan sebelumnya omzetnya juga cukup besar. Dari 108 rumah yang ditawarkan di klaster Mahakam tahap 2 yang dilansir Februari 2019, langsung terjual 70-an unit saat launching senilai Rp135 miliar. Memasuki pertengahan tahun tantangannya lebih berat, karena ada lebaran dan tahun ajaran baru. Sejak Mei pasar sudah sepi. Untuk itu Ronny mengeluarkan produk simpanan. The Savoy hadap timur (42 unit) yang semula akan dipasarkan akhir tahun. Respon konsumen lebih baik lagi. Dalam 11 hari terjadi transaksi senilai Rp91 miliar. Walhasil, Juni itu JGC memraih penjualan Rp104,7 miliar. Ia mengakui pencapaian itu belum sesuai target. Tapi dalam kondisi pasar seperti sekarang, sudah cukup bagus.

Ronny menyebutkan, kunci keberhasilannya, tidak pernah mengubah target. Kalau keadaannya sulit, dicarikan jalan keluar dengan mengubah cara dan strateginya sehingga target tercapai. Ia beruntung punya tim pemasaran cukup solid, produk bagus, kawasan yang terus berkembang, harga yang kompetitif, lokasi strategis di pinggir jalan tol Cakung-Cilincing, dan fasilitas yang terus bertambah. “Lokasi JGC dekat Kelapa Gading, dan di dalamnya sudah ada AEON dan IKEA. Prospeknya jadi menjanjikan,” ujarnya.