HousingEstate, Jakarta - Kendati pasar lesu, penjualan PT Ciputra Residence tetap baik termasuk tahun ini. Subholding Ciputra Group ini antara lain mengembangkan kota baru CitraRaya (2.800 ha) di Cikupa-Tangerang (Banten), Citra Maja Raya (2.600 ha) di Maja-Lebak (Banten), Citra Sentul Raya (1.000 ha) di Sentul, Bogor (Jawa Barat), dan Citra Garden Puri (18 ha) di Semanan, Jakarta Barat. Selama Januari-Oktober penjualannya sudah Rp2,3 triliun atau 90 persen dari target penjualan proyek di Indonesia.

Kontributor utamanya Citra Garden Puri. Saat prelaunching awal Oktober terjual 631 unit senilai Rp850 miliar. Kemudian Citra Sentul Raya 350 unit senilai Rp350 miliar, Citra Maja Raya (2.600 ha) 2.250 unit senilai Rp450 miliar, dan Citra Raya 450 unit senilai Rp350 miliar.

Akhir November Citra Maja Raya kembali melansir klaster baru. Disusul Citra Raya yang memasarkan komplek ruko The Avenue. Hingga minggu pertama November, calon konsumen yang mengambil nomor urut pemesanan (NUP) untuk klaster baru Citra Maja Raya itu sudah lebih dari 800 orang. “Karena itu kami optimistis target penjualan proyek domestik Ciputra Residence tahun ini akan tercapai,” kata Yance Onggo, Marketing Director Ciputra Residence.

Selain nama besar Ciputra, penjualan yang baik itu bisa dicapai berkat kerja sama tim dan antar-departemen yang solid serta tuntunan dari Tuhan. ”Ini betul-betul berkat mukjizat dari Tuhan. Tuhan telah menuntun kami menentukan misalnya, kapan timing merilis proyek atau klaster baru,” kata ayah dua anak ini.

Menyambut tahun baru 2020, pria kelahitran Palembang, 28 September 1981, ini bersama timnya menyiapkan dua klaster baru di Citra Garden Puri berisi 39 rumah dua lantai seharga Rp2 miliaran/unit, dan klaster Orinoco di Citra Sentul Raya berisi rumah serharga mulai dari Rp600 jutaan.

Menurut sarjana ekonomi dari Universitas Maranatha (Bandung) ini, sebelum menerima tawaran kerja sama mengembangkan proyek dari calon mitra, manajemen terlebih dulu melihat, apakah proyek memiliki peluang pasar dan infrastrukturnya mendukung seperti kereta komuter, jalan tol, dan jalan arteri. Jika dua persyaratan itu terpenuhi, proyek pun dikembangkan dengan konsep marketing mix 7 P.

Pertama, product-nya harus tepat segmen, target, positioning, differentiation, dan branding (STPDB)-nya. Kedua, price-nya harus pas. Ketiga, promotion-nya harus efektif. Keempat, place-nya harus strategis. Kelima, people di tim pemasaran harus orang-orang yang memiliki jaringan luas, Keenam, process pemasaran cepat dan tepat melalui platform Citra Link yang beranggota lebih dari 7.000 sales person. Ketujuh, physical evidence yang memungkinkan konsumen merasakan langsung produk yang dipasarkan, seperti dengan menyediakan rumah contoh, lansekap, dan lain-lain.

Para sales person juga dimotivasi supaya bersukacita dengan profesinya dan bangga dengan brand Ciputra. Semua karyawan seperti sering disampaikan Ciputra (alm), harus memiliki integritas, profesional, dan jiwa entrepreneur (IPE). “Pak Cik juga sering menyampaikan, karyawan tidak boleh sombong dan banyak berdoa. Makanya sebelum melansir proyek, pasti kami awali dengan doa bersama,” kata magister manajemen dari Prasetiya Mulya University ini. Karena performa penjualan Ciputra Residence yang bagus itu, Housing Estate Awards 2019 memberikan penghargaan The Best Productive Marketing Director kepada Yance.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate