HousingEstate, Jakarta - Pembangunan proyek infrastruktur di wilayah timur Jakarta seperti Bekasi dan Karawang berdampak positif terhadap pemasaran proyek properti. Salah satu pengembang yang merasa diuntungkan penjualannya karena masifnya pengembangan proyek infrastruktur itu adalah PT Adhi Persada Properti (APP), anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Menurut Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti APP Wahyuni Sutantri (Tantri), pesatnya pengembangan proyek infrastruktur di koridor timur Jakarta itu meningkatkan kembali minat konsumen dari kalangan investor. Beberapa tahun ini konsumen investor menahan pembelian (wait and see), namun sejak tahun 2019 mulai menguat lagi.

“Beberapa faktor mendukung kalangan investor mulai take action membeli produk properti. Kita sudah melewati tahun politik dengan aman, perekonomian cukup baik dan inflasi stabil, relaksasi loan to value (LTV), dan bunga yang akan terus turun. Makanya tahun 2020 ini kami lebih optimistis melihat sektor property. Terlebih produk yang kami pasarkan range-nya sangat luas. Mulai dari apartemen subsidi, perumahan, hingga apartemen mewah seharga Rp23 miliar,” katanya kepada housingestate.id di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Beberapa proyek APP yang diklaim diuntungkan pembangunan proyek infrastruktur itu antara lain The Conexio di Jatibening, Bekasi, yang dikonsep sebagai hunian terintegrasi aneka transportasi umum atau transit oriented development (TOD) karena dekat ke stasiun LRT Bekasi.

Kemudian Eastern Green dan Green Avenue, proyek TOD lain di Bekasi yang bekerja sama dengan anak usaha Adhi Karya lain PT Adhi Commuter Properti (ACP). Selain itu masih ada proyek hunian terpadu (mixed use) di Jatiwarna, Bekasi.

“Investor bisa melihat kalau wilayah timur menjadi sunrise karena pembvangunan infrastruktur itu. Sementara harga tanahnya masih lebih murah 30-40 persen dibandingkan wilayah lain di Jabodetabek seperti kawasan barat Jakarta. Jadi, opportunity gain-nya lebih besar ditambah captive market dari banyaknya industri,” jelas Tantri.