HousingEstate, Jakarta - Proyek properti terpadu (mixed use development) One Central Business District (OCBD) di Kota Bogor tetap melangsungkan pembangunan proyek saat pandemi dengan mengikuti protokol kesehatan.

Proyek distrik pusat bisnis (CBD) pertama di lintasan jalan tol BORR ini menggabungkan hunian (vertikal dan landed) dengan kawasan bisnis dan lifestyle entretainment.

Menurut Imelda Fransisca, Chief Marketing Officer OCBD, melalui siaran pers dari Bogor akhir pekan lalu (22/8/2020), OCBD akan mewujudkan CBD pertama di Kota Bogor. “Kendati ada pandemi, kita tetap berkomitmen melakukan serah terima unit tepat waktu, demi  memberikan jaminan keamanan kepada konsumen dan investor yang telah memilih hunian di OCBD Bogor,” katanya.

Tahap pertama sudah dilansir landed residential Pine Garden dan Virginia Pine yang akan dikembangkan dalam tiga fase. “Pine Garden dan Virginia Pine akan serah terima unit lebih cepat dari rencana sebelumnya. Sertifikat dan IMB-nya juga sudah pecah per unit,” jelasnya.

OCBD Bogor dikembangkan di atas lahan 23 ha dengan nilai investasi total mencapai Rp6,8 triliun. Pine Garden mencakup 271 unit rumah, Virginia Pine 133 unit. Sebanyak 68 rumah sudah terbangun. Rumah di Pine Garden ditargetkan serah terima tahun ini juga. Sementara apartemen akan dibangun total 12.000 unit di sejumlah menara, ditambah perkantoran 584 unit, area komersial 38 unit, dan hotel 483 kamar, serta rumah sakit, sekolah, dan universitas dengan mengundang investor.

Saat ini untuk pembelian unit rumahnya, developer OCBD Bogor menawarkan promo diskon new normal hingga 45 persen selain hadiah langsung seperti emas 25 gram. Pembelian rumah bisa secara tunai, tunai bertahap, atau dengan KPR dari Bank BNI, Mandiri, dan BTN. Tipe dan harga rumahnya yang semuanya dua lantai tidak disebutkan.