Selasa, April 21, 2026
HomeKawasanKementerian PUPR Ubah Kawasan Kumuh Mrican Jadi Sehat dan Layak Huni

Kementerian PUPR Ubah Kawasan Kumuh Mrican Jadi Sehat dan Layak Huni

Penanganan permukiman kumuh di Indonesia merupakan mandat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, serta Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2020 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pada tahun 2030 bisa menyelesaikan perbaikan 10.000 hektar permukiman kumuh.

Kawasan Mrican di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi salah satu prioritas penanganan kumuh itu . Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, tahun 2023 Kementerian PUPR melakukan penanganan kawasan kumuh seluas 21,16 hektar di Mrican yang awalnya merupakan deretan permukiman padat dengan gang sempit di tepi Sungai Gajahwong.

“Permasalahan utama kawasan, ketidakteraturan bangunan, sistem drainase yang tidak baik, sanitasi yang tidak memadai, kerentanan terhadap kebakaran, hingga risiko banjir,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, seperti dikutip keterangan tertulis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR kemarin (2/7/2024).

Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY, Kementreian PUPR, kemudian mengubah wajah kumuh Mrican itu, menjadi permukiman yang sehat, aman, dan layak huni melalui Program Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Mrican. Anggarannya sebesar Rp29,29 miliar.

Kementerian PUPR berkolaborasi dengan Pemkab Sleman melakukan penataan bangunan menjadi lebih teratur, meningkatkan infrastruktur dengan membangun talud sungai, jalan inspeksi dan lingkungan, drainase, jembatan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, Tempat Pengolahan Sampah dengan Konsep 3R (TPS3R), proteksi kebakaran, street furniture, urban farming, micro library, pos pantau banjir, dan ruang terbuka publik.

“Salah satu nilai baik dari penataan ini, adalah penerapan prinsip 3M (Mundur, Munggah, Madhep Kali). Menjadikan bangunan di bantaran sungai menghadap ke sungai (waterfront), dan mengedepankan pendekatan tradisional kontemporer, yang menggabungkan elemen-elemen modern dengan sentuhan kearifan lokal,” kata Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Wahyu Kusumosusanto.

Ia berharap, perubahan kawasan Mrican dari kumuh menjadi sehat dan layak huni, menjadi inspirasi dan model bagi daerah-daerah lain dalam merevitalisasi permukiman kumuh di wilayahnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini