Rabu, April 29, 2026
HomeNewsEkonomi4 Hari Modal Asing Kabur Rp16,61 Triliun, Tapi Rupiah Stabil

4 Hari Modal Asing Kabur Rp16,61 Triliun, Tapi Rupiah Stabil

Setelah pekan lalu mulai masuk lagi ke Indonesia sebesar Rp6,43 triliun, pekan ini modal asing portofolio kembali kabur. Paling banyak cabut dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Bank Indonesia melaporkan, Jum’at (17/10/2025), selama 13 – 16 Oktober 2025, investor asing tercatat menarik dananya (jual neto) sebesar Rp16,61 triliun.

Terdiri dari jual neto Rp1,09 triliun di pasar saham, Rp11,90 triliun di pasar SBN, dan Rp3,62 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Selama tahun 2025 sampai 16 Oktober 2025, investor asing tercatat jual neto Rp51,24 triliun di pasar saham dan Rp132,75 triliun di SRBI, dan hanya beli neto (masuk bersih) Rp17,28 triliun di pasar SBN.

Kendati modal asing yang kabur pekan ini lumayan besar dibanding sebelum-sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) relatif stabil dibanding pekan lalu.

Pada akhir perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025, rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.565 per USD. Relatif stabil dibanding penutupan Kamis pekan lalu di level Rp16.540.

Baca juga: Modal Asing Kembali Mengalir Masuk, Rupiah Menguat Tipis​​​​​​​​

Pelemahan tipis rupiah itu sejalan dengan penurunan imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun ke level 5,94 persen, penurunan yield US Treasury Note 10 tahun ke level 3,975 persen, dan pelemahan indeks dolar atau DXY ke level 98,34.

Para investor mengalihkan duitnya dari dolar dan surat utang ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti emas.

Pada awal perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025, rupiah dibuka di level (bid) Rp16.570 per USD, dan ditutup di level Rp16.590. Bersamaan dengan kian turunnya yield SBN 10 tahun ke level 5,92 persen.

Nilai tukar rupiah itu relatif stabil dibanding Jum’at pekan lalu, di mana pada awal perdagangan rupiah dibuka di level Rp16.560 per USD, dan di akhir perdagangan ditutup di level Rp16.585.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Belanja Pemerintah Ngegas, Maret Uang Beredar Kembali Meningkat

Uang beredar adalah indikator aktivitas ekonomi. Kenaikan atau penurunan...

Program MBG Dipangkas, Pemerintah Hemat Anggaran Rp50 Triliun Lebih

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya sinergi...

Berita Terkini