Di Permata Hijau Harga Rumah Seken Mulai Rp35 Miliaran
Salah satu kawasan premium di Jakarta Selatan selain Pondok Indah dan Kebayoran Baru adalah Permata Hijau. Di kawasan ini banyak berdiri rumah-rumah lama bergaya mediterania yang luas tanah dan bangunannya umumnya ratusan meter persegi (m2). Menurut Rudy Irawan, seorang independent broker yang banyak menjual rumah seken di Permata Hijau, penawaran rumah seken di kawasan ini minimal di atas 500 m2.
Kawasan Permata Hijau memiliki kelebihan dekat dengan kawasan Senayan dan pusat bisnis Jl Jend Sudirman dan Slipi, Jakarta Barat. Karena itu kalangan menengah atas banyak yang tertarik dengan kawasan ini. Para profesional level atas, pejabat, termasuk pengusaha papan atas bertempat tinggal di sini.
Saat ini harga tanahnya berkisar Rp50 – 60 juta/m2, bangunan rumahnta sebagian besar dua lantai. Harga property yang cukup tinggi ini sekarang merembet ke kawasan sekitarnya seperti di Jl Limo dan Kemandoran. “Harga tanahnya memang masih separuh dari harga di Permata Hijau tapi beberapa tahun terakhir tren kenaikannya cukup tinggi,” kata Rudy.
Kendati peminatnya cukup banyak suplai rumah seken di Permata Hijau sangat terbatas. Menurut Martin Albert, broker dari Sigma Property Indonesia, pemilik rumah di wilayah ini bukan orang yang kekurangan uang sehingga harus menjual rumahnya. “Banyak yang nggak butuh duit, kalaupun mau jual dia jualnya angin-anginan dan penawarannya tinggi,” ujarnya.
Ia memberi contoh penawaran rumah di jalan utama Permata Hijau dekat ITC Permata Hijau. Rumah tipe 670/795 ditawarkan seharga Rp35 miliar. Sementara di Jl Mirah rumah tipe 900/900 pemiliknya minta Rp50 miliar. “Kalau mau yang lumayan murah di pinggiran Permata Hijau, misalnya di Jl Kebon Nanas, tipe 312/136 rumah tiga lantai harganya Rp6 miliaran. Yudis
