Rabu, April 22, 2026
HomeNewsIbukotaManfaatkan Hotel Hewan Selama Mudik Lebaran

Manfaatkan Hotel Hewan Selama Mudik Lebaran

Lebaran identik dengan pulang kampung atau mudik.  Demi ritual tahunan ini seseorang harus rela meninggalkan rumah selama berhari-hari. Mereka yang punya hewan peliharaan di rumah agenda mudik lebaran ini akan menjadi masalah.  Siapa yang akan memperhatikan, dan memberi makan minum peliharaannya selama ditinggal si empunya rumah.

160212_Penitipan Hewan

Kalau ada penjaga atau orang yang diserahi tentu tidak jadi masalah. Tetapi kalau tidak, sekarang cukup banyak jasa penitipan hewan yang bisa dimanfaatkan. Bukan hanya sekadar dititipkan, di “hotel hewan” semua hewan peliharaan mendapat perhatian penuh, mulai makanannya, kebersihan, hingga kesehatannya. Menurut Verdinal, pemilik VRDnal Petshop & Grooming Center di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, musim lebaran merupakan puncak okupansi untuk hotel hewannya.

“Dititipkan bukan karena pemiliknya pergi mudik, tapi selama lebaran umumnya para pembantu pulang kampung sehingga hewan peliharaan dititipkan  di sini karena tidak ada yang merawat,” ujarnya kepada housing-estate.com, di Jakarta, Rabu (23/7).

Jasa penitipan dihitung per hari dengan tarif berkisar Rp75-150 ribu untuk anjing, kucing, hamster, kelinci, dan kura-kura. Hewan yang dititipkan akan mendapatkan makanan kemasan branded (bukan olahan) tiga kali sehari. Untuk anjing, boleh ada permintaan khusus seperti setiap hari harus diajak jalan-jalan.

Setiap hewan menempati satu kandang sendiri di dalam gedung khusus atau diletakkan bersama bila diinginkan pemiliknya. Ada beberapa jasa lain yang diberikan, misalnya perawatan hewan seperti memandikan (grooming), potong kuku dan bulu, hingga pembersihan telinga dengan ongkos Rp75-150 ribu.  Untuk penitipan selama tujuh hari akan mendapat gratis  satu kali grooming.

Verdinal mengaku bisnis penitipan hewan terus meningkat. Di musim lebaran ia bisa menerima hewan hingga 300-400 ekor per bulan. “Ini bisnis jasa based on trust, pelayanan kita harus bagus, sekali pelayanan kita jelek pasti ditinggal konsumen,” katanya.

Karena itu sebelum dititipkan, hewan harus dipastikan dalam kondisi sehat karena bila sakit bisa menularkan pada hewan yang lain. Bila ada hewan yang sakit, pemiliknya akan ditelepon apakah akan diperiksakan ke dokter atau akan ditangani sendiri. Yudis

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Angka Defisit Fiskal adalah Sinyal Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pimpinan...

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Berita Terkini