Pungutan Kembali Marak di GBK
Ke Jakarta Convention Center (JCC) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, tidak selalu mudah. Pada saat-saat tertentu ketika ada acara, kawasan Senayan selalu macet. Untuk dapat masuk itu kawasan GBK butuh perjuangan dan kesabaran. Seperti pada Sabtu (16/8), hari itu di kawasan tersebut berlangsung tiga acara secara bersamaan: pembukaan pameran perumahan, Anime Festival Asia 2014, dan pameran mobil. Dua acara pertama berlangsung di JCC, sedangkan pameran mobil berlangsung di Parkir Timur Senayan.
Sejak pukul sepuluh pagi kendaraan sudah mulai menyemut di sekitar Senayan. Di dalam kawasan Senayan macet total dan hampir semua tempat penuh kendaraan mulai dekat pintu masuk di Pintu 1 Senayan hingga di depan TVRI.
Keadaan ini dimanfaatkan para petugas lapangan melakukan pungli. Tiket masuk GBK yang biasanya sekali bayar sebesar Rp5 ribu hanya berlaku untuk dua jam pertama. Selanjutnya diberlakukan tarif jam-jaman. Tiket yang kita terima ditulis tangan jam berapa kita masuk dan dikenakan biaya tambahan Rp3 ribu/jam. Dapat dipastikan para pengunjung butuh waktu lebih dari dua jam karena menghadiri acara-acara tadi butuh waktu lama.
Pastinya uang yang diraup para petugas lapangan itu cukup banyak karena pada hari itu ada ribuan kendaraan. “Saya kesal sekali dan sempat bersitegang dengan petugas di pintu keluar karena saya diminta membayar tambahan biaya parkir Rp9 ribu,” ujar Haeruman, staf pemasaran perumahan di Bogor yang tengah mengikuti pameran di JCC.
Bukan itu saja, pemilik kendaraan harus mengeluarkan uang tambahan untuk orang-orang yang bertindak sebagai tukang parkir. Ketika disodorkan uang Rp5 ribu ditolak, mereka minta Rp10 ribu/kendaraan. “Saya harus setor bos, kita hanya dapat satu petak ini saja,” katanya.
Melihat pakaiannya mereka bukan petugas GBK. Tapi kalau bukan orang GBK kenapa bisa beroperasi bebas dan dibiarkan seolah-olah legal. Padahal GBK merupakan aset negara di bawah kontrol dan pengelolaan Sekretariat Negara (Setneg). HP
