Minggu, Juni 21, 2026
HomeNewsBerita UmumPengembang Siap Menyongsong Pasar Bebas ASEAN

Pengembang Siap Menyongsong Pasar Bebas ASEAN

Kalangan pengembang menyatakan kesiapannya menghadapi pasar bebas Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berlaku tahun depan. Mereka tidak khawatir masuknya pengembang asing dengan dukungan dana besar dan murah dari luar negeri akan mematikannya.

Ecopolis CitraRaya dikembangkan bersama Mitsui Corporation
Ecopolis CitraRaya dikembangkan bersama Mitsui Corporation

“Pengembang asing yang masuk ke Indonesia akan bermitra dengan pengembang lokal. Itu paling baik, karena kalau mereka harus mempelajari dulu kearifan lokal kita akan sangat lama,” ujar Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (9/10).

Menurut Theresia, kendati punya teknologi dan dana murah, pengembang asing tidak akan mudah bersaing dengan pengembang lokal.  Kendati secara financial kalah, pengembang lokal punya kekuatan berupa penguasaan pasar dan brand yang lebih dikenal. Pengembang asing memahami keadaan ini. Karena itu beberapa pengembang asing yang sudah masuk Indonesia semuanya bermitra dengan pengembang lokal.

AEON (Jepang) bekerja sama dengan Sinarmas Land membangun mal di BSD City, Serpong, dan Deltamas, Bekasi. Lalu Mitsui Corporation melalui Mitsui Fudosan Residential bermitra dengan Ciputra Group mengembangkan hunian dan superblok di CitraRaya Tangerang dan Citra Garden Cengkareng.  Sebelumnya Keppel Land (Singapura), Hong Kong Land, dan Premier (Perancis) juga menggandeng mitra lokal.

Theresia mengatakan, kedua belah pihak harus bisa memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya. Ia mengilustrasikan, apabila pihaknya bermitra dengan asing untuk membangun green building, hasil rancangan mitranya itu tidak akan cocok diterapkan di Indonesia. “Rancangan mereka mengalokasikan sedikit tempat parkir karena yang membawa kendaraan dibatasi. Konsep ini di sini tidak cocok, mereka tidak mengerti, karena itu guidance-nya dari kita,” imbuhnya.

Bagi konsumen kedatangan pengembang asing cukup positif karena memperbanyak pilihan. Cuma masyarakat tidak boleh terpukau karena, menurut Theresia, pasti ada hit and run. “Kalau nggak bagus mereka mudah pergi, kalau yang lokal akan lebih bertanggung jawab,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Berita Terkini