Sabtu, Juni 6, 2026
HomeBerita PropertiPembangunan Trans Studio Samarinda Segera Dimulai

Pembangunan Trans Studio Samarinda Segera Dimulai

Pembangunan Trans Studio, wahana permainan dan rekreasi keluarga di Samarinda, Kalimantan Timur, akan dimulai Januari ini. Itu diungkapkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kepada sejumlah awak media selepas acara Peresmian Operasional dan Pembukaan PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kaltim dan Kantor Kas Kantor Gubernur Kaltim di Lamin Etam, Samarinda, Rabu (7/1).

“Itu mereka (Trans Corp) sampaikan saat menemui saya di Bali. Mereka sudah janji, Insya Allah Januari ini,” terang Faroek dengan bersemangat.

MOU Antara Perusda MBS dan Trans Corp. di saksikan oleh Gubernur Kalimantan Timur dan Chairul Tanjung
MOU Antara Perusda MBS dan Trans Corp. di saksikan oleh Gubernur Kalimantan Timur dan Chairul Tanjung

Rencana pembangunan tempat rekreasi ini tertunda cukup lama. Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan Direktur Utama Trans Corp, Chairul Tanjung, telah dilangsungkan 1 Juni 2013 di Balikpapan. Lokasi pembangunan Trans Studio juga jadi rebutan Kota Balikpapan dan Samarinda.

Di Samarinda proyek senilai Rp500 miliar ini akan dibangun lahan eks Hotel Lamin Indah seluas 4 hektare di Jl Bhayangkara. Sedangkan Pemkot Balikpapan menyiapkan lokasi di Batakan. Faroek berharap pembangunan Trans Studio tidak menemui kendala lagi. Lokasinya juga jangan dipindahkan karena investor bisa pergi ke daerah lain.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan bila nanti ada Trans Studio di Jl Bhayangkara digagas pembangunan flyover. Dalam waktu dekat Faroek akan memanggil Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang untuk membicarakan rencana tersebut. “Wali Kota kesulitan dana, jadi saya berikan opsi untuk kerja sama pembiayaan. Sebanyak 60 persen ditanggung Pemprov, sisanya Pemkot,” sebutnya.

Kelak jika Trans Studio dibangun di Jl Bhayangkara, Faroek menggadang-gadang kawasan tersebut bak Orchard Road — kawasan komersial di Singapura. Menurut Faroek,  sekarang tinggal menunggu rekomendasi DPRD Kaltim. Persoalannya sampai sekarang restu dari DPRD belum turun. Ini mengingat lokasi berdirinya Trans Studio itu merupakan aset Pemprov Kaltim. Sebelum dikerjasamakan dengan pihak ketiga, lahan tersebut mesti didahului dengan perubahan status aset.

Sumber: Kaltim Post Online

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu Purbaya: Perbaikan Ekonomi Benar-Benar Terjadi, Lonjakan Penerimaan Pajak Buktinya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kinerja perekonomian Indonesia...

Wamenkeu Suahasil: Kredibilitas dan Komunikasi Pemerintah, Kunci Menjaga Kepercayaan Pasar

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan, kredibilitas dan...

Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan...

Berita Terkini