Minggu, Oktober 4, 2026
HomeBerita PropertiPasar Bebas Asean Berdampak Positif ke Properti

Pasar Bebas Asean Berdampak Positif ke Properti

Sebentar lagi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan berlaku. Dengan berlakunya MEA pada akhir tahun ini arus barang dan jasa bebas masuk ke semua negara anggota  Asean. Hal ini dinilai membawa dampak positif  ke sektor properti terutama properti-properti yang dibutuhkan orang asing. Masalahnya regulasi tentang kepemilikan property oleh orang asing itu masih belum mengizinkan.

Ilustrasi
Ilustrasi

Menurut konsultan properti JLL, menjelang berlakunya MEA cukup banyak  investor asing yang melirik Indonesia. Sebagian dari mereka akan masuk ke sektor properti. Peluang ini perlu disambut dengan menyiapkan regulasi yang lebih baik dan transparan. Proses perizinan one stop service yang dicanangkan pemerintah awal tahun ini merupakan langkah baik menuju ke sana.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro juga sudah mengisyaratkan tentang peluang kepemilikan properti oleh orang asing. Kebijakan ini apabila diterapkan diharapkan akan meningkatkan pemasukan pajak. Tetapi wacana ini bukan tanpa resiko sama sekali. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, sejumlah negara yang sudah membuka kepemilikan asing lebih rentan terhadap ancaman property bubble. Ia menyatakan salah satu alasan kenapa pasar properti di Indonesia tetap stabil karena asing belum bisa bermain property.

“Ada bagusnya juga asing tidak boleh membeli properti sehingga kondisi properti kita sangat bagus. Kalau mau dibuka harus dipastikan aturan yang tepat, misalnya mengatur batas harga yang bisa dibeli agar pasar lokal tidak terganggu,”  tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Agustus Surplus Neraca Dagang RI Melonjak Jadi USD3,55 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada...

Manufaktur RI Melaju Lagi, Tertinggi dalam 7 Bulan, Didorong Kenaikan Permintaan

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kembali ke zona...

Berita Terkini