Menara Pelangi, Ikon Baru Kota Milan
Sejatinya ini hanya menara penampung air, bagian dari stasiun Porto Garibaldi di Milan, Italia. Tapi oleh sebuah sekelompok komunitas yang diinisiasi oleh biro arsitek 6R5 network, menara air ini kemudian direnovasi dan dipercantik. Didukung oleh beberapa perusahaan di sektor konstruksi, seperti Bazzea, CVondor, Fila Solutions, Mapei dan produsen keramik Marazzi, menara kusam itu dilapisi 100.000 keping keramik berwarna-warni.

Menara setinggi 35 meter dengan permukaan seribu meter persegi ini direnovasi mengingat bentuknya unik, seperti cermin cekung. Menara ini dibangun pada tahun 1964, menyusul dibukanya stasiun Porto Garibaldi pada tahun 1961. Sempat ingin dihancurkan pada tahun 1990, bersamaan dengan penyelenggaraan kejuaraan dunia sepak bola (World Cup 1990), pemerintah kota Milan akhirnya memutuskan untuk mempertahankannya. Gedung ini dinilai mempunyai arsitektur futuristik. Renovasi kala itu hanya memperkuat dan membersihkan permukaan, tapi tampilannya tetap abu-abu, serupa wajah aslinya.
Stasiun Porto Garibaldi sendiri mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 2006 dan kini menjadi stasiun tersibuk di Milan, yang melayani 25 juta penumpang setiap tahunnya. Stasiun ini kemudian dilengkapi dengan aneka fasilitas kenyamanan, seperti ruang ritel dan bar. Stasiun ini menjadi penghubung kota dengan bandara Malpensa dengan kereta Malpensa Express dan terkoneksi dengan jalur Metro, serupa comutter line di Jabodetabek. Stasiun ini juga melayani kereta TGV, Le Frecce dan Italo untuk rute jarak jauh ke Turin, Florence, Naples, Paris dan Roma. Adapun Garibaldi yang berlokasi dekat Piazza Gae Aulenti, tempat menara ini berada, dikenal sebagai pusat bisnis, fashion dan dipenuhi banyak bangunan berarsitektur modern.

Nah, renovasi kali ini dikaitkan dengan penyelenggaraan World Expo 2015. Permukaan menara ini dibagi dalam 22 tampak dalam jumlah yang sama membentuk semacam tulangan. Mengingat konstruksinya yang sudah lawas, sebelum ditempel keramik, dinding keramik ini diperkuat dan dilapisi penahan air. Dipilihnya keramik, sebab material ini dinilai cocok dengan iklim setempat dan secara visual mampu menghasilkan variasi warna-warni menarik.
Keping ukuran 10×10 cm ini terbagi dalam 14 warna yang menyimbolkan semangat dan kreativitas kota ini, sekaligus harmoni antara teknologi, alam, inovasi dan tradisi. Hanya dikerjakan dalam tempo 71 hari oleh 37 pekerja, menara ini ditampilkan kepada publik pada akhir Juni lalu. “Ini Milan yang baru, yang mencerminkan kota untuk desain dan fashion berkelas dunia,” kata the Corriere della Sera, Francesco Roggero. Itulah kemudian menara ini diberi nama Torre Arcobaleno atau Menara Pelangi dan kini menjadi tengara baru Kota Milan
(berbagai sumber)