Selasa, April 21, 2026
HomeBerita PropertiE-Commerce Dongkrak Permintaan Ruang Kantor dan Logistik

E-Commerce Dongkrak Permintaan Ruang Kantor dan Logistik

Perkembangan teknologi informasi mengubah bisnis ritel dari offline menjadi online atau dalam jaringan (daring) yang disebut e-commerce. Menurut Lucy Rumantir, Senior Technical Advisor Savills Indonesia, sebuah perusahaan konsultan properti di Jakarta,  Indonesia merupakan negara dengan potensi pertumbuhan e-commerce sangat besar.

Ilustrasi : Jual Beli Online | Sumber : inspirasi.co
Ilustrasi : Jual Beli Online | Sumber : inspirasi.co

“Rasio penjualan (sales volume) sektor e-commerce di Indonesia baru satu persen dari seluruh penjualan ritel dalam negeri. Bandingkan dengan di China yang sudah 23 persen. Artinya masih ada potensi yang sangat besar (untuk tumbuh). Makanya tidak heran banyak investor (e-commerce) dari luar negeri yang masuk ke sini,” katanya melalui siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Senin (4/9).

Perkembangan e-commerce memang menurunkan omzet bisnis ritel offline di satu sisi, di sisi lain meningkatkan permintaan ruang kantor (workplace) dan logistik sebagai dampak ekspansi perusahaan di bidang itu yang terus meningkat seiring pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia yang pesat. Ditambah populasi yang besar, pertumbuhan kelas menengah, pembangunan infrastruktur, dan lain-lain, akan membuat sektor perdagangan menjadi kontributor utama di banyak daerah.

“Potensi sektor e-commerce kita belum ter-develop dengan baik di tengah potensi pasar yang sangat besar. Perusahaan e-commerce akan berkoalisi dengan perusahaan teknologi (tech company), dan itu akan mendorong (permintaan yang membuat bisnis) gedung perkantoran dan komersial terus bertumbuh,” lanjutnya.

Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia Anton Sitorus menambahkan, banyaknya suntikan dana dari investor dalam dan luar negeri di sektor e-commerce telah mendorong perubahan secara pesat dan dinamis, dari semula orang berkantor di rumah, meningkat ke ruko, hingga gedung perkantoran. Misalnya, awalnya sebuah perusahaan start up berkantor di rumah, sekarang mulai berekspansi dan butuh ruang kantor yang lebih besar seiring meningkatnya skala bisnis mereka.

“Beberapa contohnya bisa kita lihat. Tokopedia menjadi anchor tenant (penyewa utama) di Ciputra World Jakarta 2 dan menjadi Tokopedia tower. Perusahaan e-commerce lain seperti Lazada, Blibli, Berrybenka, Zalora, JD.id, dan lain-lain juga terus memicu permintaan logistic space mengikuti pertumbuhan bisnisnya. Perkembangan itu akan terus mendorong bisnis lainnya dan untuk sektor properti dampaknya sudah langsung terasa,” jelasnya.

 

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Berita Terkini