Selasa, Mei 26, 2026
HomeBerita PropertiNicholas Tan: Buy Low, Sell High

Nicholas Tan: Buy Low, Sell High

Kendati bisnis properti melambat penjualannya sepanjang tiga tahun terakhir, Nicholas Tan tetap optimis memasarkan proyeknya apartemen menengah atas South Hills seharga mulai dari Rp3,5 miliar/unit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. “Memang lagi soft marketnya, tapi kita punya konsep lebih unggul dan branding karena pengalaman udah lebih dari 30 tahun jadi developer. Orang kalau spend (membelanjakan uang, red) akan lihat siapa developernya, gimana track record-nya,” katanya.

Nicholas Tan (Foto: Diyah/HousingEstate)
Nicholas Tan (Foto: Diyah/HousingEstate)

Ia mengaku selalu mengedukasi pasar dan konsumennya tentang prinsip ekonomi dasar. Yakni, dengan modal serendah-rendahnya untuk mendapatkan untung setinggi-tingginya. “Prinsip investasi sama, buy low sell high. Sekarang waktu yang tepat untuk beli properti, karena market lagi soft sehingga nanti saat apartemen udah selesai dibangun dua tahun lagi, mungkin market lagi pick up (berkembang naik),” tuturnya.

Menurutnya, selain gaya hidup, soal keterjangkauan harga juga akhirnya yang menggerakkan orang beralih ke hunian vertikal. “Mungkin orang udah nggak bisa affordable lagi untuk beli tanah di kota Jakarta. Jadi pilihannya, kalau nggak beli (rumah tapak) yang jauh sekalian terus naik kereta ke Jakarta, carinya di dalam kota berupa hunian vertical. Apalagi bank kini cukup agresif memberikan kredit apartemen,” ujarnya.

Pengembang dari Century Properties Group Indonesia (CPGI), rebranding Dua Mutiara Group milik konglomerat Tan Kian, ini melansir South Hills di bawah bendera KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti sejak 2016 lalu dan sekarang sudah terjual sekitar 70 persen. “Kita memang bukan developer yang ngumpulin land bank, kita lebih banyak kerja sama operasi dengan pemilik lahan. Contohnya dengan PT Duta Regency Karunia sebagai pemilik lahan South Hills,” ungkap Nicholas.

Prinsip pengembangan yang dilakukan CPGI dari dulu hingga kini fokus pada bangunan high rise, kelas high end dan lokasi di pusat bisnis atau golden triangle Jakarta, seperti Sudirman-Thamrin-Kuningan-Gatot Subroto. Proyek yang sudah dibangunnya antara lain Pacific Place, JW Marriot, dan Ritz Carlton, ketiganya di kawasan sentra bisnis (CBD) Sudirman-Kuningan.  Ia juga mengembangkan perkantoran komersial tertinggi dan terbesar Sahid Sudirman Center di sebelah Hotel Sahid, Jakarta.

Berita Terkait

Ekonomi

Pakar UGM: Narasi Optimis Pemerintah Tidak Sesuai dengan Realitas

Terdapat jarak yang makin lebar antara narasi optimis pemerintah...

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Berita Terkini