HousingEstate, Jakarta - CIMB Niaga merupakan salah satu bank yang sangat inovatif melansir fitur-fitur kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA). Karena itu bank ini kerap menerima berbagai penghargaan termasuk dari HousingEstate Awards (HEA), ajang tahunan yang diselenggarakan majalah HousingEstate dan portal housingestate.id.

Dalam Housing Estate Awards 2019 CIMB Niaga meraih penghargaan kategori Most Favoured Mortgage: Mortgage Trend Setter karena inovasi-inovasinya itu. Apalagi, berkat aneka inovasi itu penyaluran pembiayaan properti (KPR/ KPA)-nya juga bagus. Sepanjang Januari- Oktober 2019 misalnya, penyalurannya meningkat 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Selama Januari-Oktober 2019 kami tumbuh hampir Rp3 triliun. Booking-nya sampai Oktober mencapai Rp8 triliun. Penyaluran Agustus mencapai Rp982 miliar atau tertinggi dalam penyaluran KPR untuk periode bulanan yang pernah diraih selama ini. Sangat bagus. Makanya tiga tahun berturut-turut pertumbuhan kami selalu double digit. Tahun depan kami diminta meningkatkan pertumbuhan hingga 14 persen dari tahun ini,” kata Heintje Mogi, Mortgage & Indirect Auto Business Head Bank CIMB Niaga.

Gandeng pengembang

Salah satu strategi yang diterapkan untuk bisa terus meningkatkan penyaluran kredit properti itu adalah dengan menggandeng para pengembang besar yang telah memiliki reputasi baik. Kerja sama dengan pengembang membuat penyaluran kredit menjadi lebih mudah dengan nilai yang besar, selain memudahkan konsumen mendapatkan produk hunian impiannya secara kredit.

Kerja sama dengan pengembang membuat produk pembiayaan yang dikeluarkan juga bisa lebih fleksibel dan makin meringankan bagi nasabah. Misalnya, produk KPR Xtra Ekstra yang saat ini menjadi andalan, bisa memberikan bunga promo ekstra ringan hingga 2,4 persen untuk satu tahun pertama untuk pembelian properti di proyek developer yang sudah resmi bekerjasama dengan CIMB Niaga.

Sedangkan tahun kedua dan ketiga bunganya hanya enam persenan per tahun, sehingga rata-rata selama tiga tahun pertama konsumen hanya membayar bunga KPR 4,4 persen per tahun. Produk KPR ini khusus untuk pembelian properti di 12 proyek developer yang sudah bekerja sama dengan CIMB Niaga. Sementara bunga pasar efektif floating-nya ditentukan berdasarkan tingkat bunga acuan Bank Indonesia (BI) ditambah margin lima persen, sehingga bunganya rata-rata hanya 11,5 persen per tahun.

“Awal tahun depan bersamaan dengan perayaan 65 tahun Bank CIMB Niaga, kami akan mengeluarkan produk yang sangat menarik. Semua sisi bisa kita mudahkan untuk konsumen. Mulai dari depe ringan, tenor panjang, bunga ringan, bahkan nasabah bisa nggak harus bayar bungan untuk 1-2 tahun pertama. Untuk produk baru ini setidaknya kita akan kerja sama dengan 60-an developer ternama,” jelas Heintje.

Sampai akhir Oktober 2019 outstanding KPR CIMB Niaga mencapai Rp32,2 triliun atau tumbuh 12,6 persen. Untuk KPA pertumbuhannya juga sangat baik. Tahun lalu mencapai empat persen, sedangkan tahun ini tumbuh dobel menjadi delapan persen.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020