Selasa, April 21, 2026
HomeBerita PropertiKemenpupera Bedah 4.114 Unit Rumah Tidak Layak Di Papua

Kemenpupera Bedah 4.114 Unit Rumah Tidak Layak Di Papua

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) kembali menyalurkan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau yang kerap disebut program bedah rumah. Kali ini giliran Provinsi Papua yang mendapatkan program bedah rumah untuk 12 kabupaten dan satu kota dengan nilai anggaran hampir Rp148 miliar untuk membedah 4.114 unit rumah tidak layak huni.

Menurut Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Malikidin Soltief, ribuan unit rumah yang akan dibedah di wilayah Papua ini akan sangat membantu masyarakat karena masih banyaknya masyarakat Papua yang hidup dengan rumah yang kurang layak.

“Kami sudah melakukan survei dan riset untuk masyarakat yang berhak menerima program bantuan ini. Nantinya juga tetap akan ada monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan program bedah rumah ini dan masyarakat yang menerima bantuan juga dituntut untuk berperan aktif dalam setiap proses pelaksanaan baik yang bersifat teknis maupun administratif,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan dari Jakarta, Kamis (18/6).

Akan ada fasilitator yang membantu para penerima program bantuan ini sekaligus untuk mengevaluasi supplier bahan bangunan yang telah ditunjuk, mengajukan rencana anggaran biaya (RAB), menyusun daftar rencana pemanfaatan bantuan (DRPB), hingga membuat laporan penggunaan dana (LPD).

Program bedah rumah ini akan dilaksanakan di Kota Jayapura sebanyak 394 unit rumah, Kabupaten Jayapura 190 unit, Yalimo 400 unit, Mamberamo Tengah 610 unit, Jayawijaya 100 unit, Tolikara 1.000 unit, Merauke 330 unit, Biak Numfor 100 unit, Kepulauan Yapen 150 unit, Waropen 250 unit, Nabire 250 unit, Deiyai 240 unit, dan Panial 100 unit.

Keluarga penerima bantuan program bedah rumah ini akan mendapatkan bantuan dana dalam dua kategori yaitu masyarakat di wilayah pesisir sebesar Rp21 juta yang terdiri dari dana bahan material Rp16 juta dan upah tukang Rp5 juta. Untuk masyarakat yang tinggal di pegunungan menerima bantuan Rp37,5 juta yang terdiri dari dana pembelian material Rp32,5 juta dan untuk tenaga kerja tukang Rp5 juta.

“Jumlah ini nantinya akan ditambah lagi sebanyak 886 unit sehingga total akan menjadi 4.114 unit rumah yang dibedah untuk tahun 2020 ini. Para penerima bantuan ini akan selalu difasilitasi oleh berbagai tim teknis yang disebar di setiap desa dan kelurahan. Semoga program bantuan ini bisa dilaksanakan dengan baik sehingga masyarakat juga terbantu dan bisa menikmati kondisi rumah yang lebih baik dan layak huni,” imbuh Malikidin.

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Berita Terkini