HousingEstate, Jakarta - Reiwa Town adalah salah satu perumahan yang tetap dikembangkan saat  pandemi Covid-19 ini. Proyek perumahan ini terletak di Jl Arco Raya, Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Pengembangnya perusahaan blasteran Indonesia-Jepang, yaitu  PT Abdiluhur Kawuloalit, yang merupakan  anak perusahaan PT Perumnas IIDA Group.

PT Perumnas IIDA Group merupakan perusahaan patungan IIDA Sangyo Cp. Ltd dan PT Propernas Griya Utama untuk pengembangan proyek perumahan di Bekasi dan Depok ini.

Khusus untuk IIDA Group merupakan perusahaan developer asal Jepang yang spesialis  membangun rumah tahan gempa. Konsep ini diterapkan juga di Reiwa Town. Di Jepang, IIDA Group rata-rata membangun sebanyak 45 ribu unit rumah tahan gempa setiap tahunnya di Jepang.

IIDA Holding memiliki rencana jangka panjang untuk pengembangan bisnis properti yang sustain di Indonesia. Ada beberapa anak usaha yang didirikan untuk pengembangan berbagai bisnis property di tanah air, misalnya PT Hajime Indonesia (anak usaha Hajime Construction Co. Ltd) yang bergerak di pengembangan properti segmen menengah ke atas di Deltamas, Cikarang, Bekasi.

Kemudian PT Ione Home Indonesia, anak perusahaan dari Arnest One Corporation, berkonsentrasi membangun property di wilayah Bali dan Lombok (Nusa Tenggara Barat). Kemudian Tack Home Co. Ltd untuk pengembangan bisnis properti di lokasi lain .

Untuk mengembangkan produk properti tahan gempa seperti di Jepang, perusahaan ini juga membangun pabrik blok beton (CB) yang merupakan bisnis baru  di bawah PT IIDA Group Holding. Pabrik ini  memproduksi blok beton untuk mewujudkan kualitas bangunan tahan gempa seperti yang dikembangkan di Reiwa Town.

Reiwa Town sendiri dibangun di atas lahan seluas 25 ha dengan jumlah rumah 1-2 lantai sebnayak 1.517 unit. Menurut Christina, Marketing Reiwa Town, setiap rumah yang dibangun menggunakan concrete beton dan tulangan besi ulir berdiameter 13 inchi untuk menjamin rumah memiliki ketahanan terhadap gempa besar seperti yang terjadi di Jepang tahun 2011 lalu.

“Sentuhan konstruksi Jepang diterapkan dengan material concrete beton  metode interlocking system. Pada bagian tengah concrete block beton ada bagian yang dikurangi untuk membuat bagian setengah lingkaran sehingga setiap material concrete yang disusun akan lebih kuat menerima goncangan gempa maupun angin,” ujarnya kepada housingestate.id, Jumat (2/10).

Dengan metode ini, setiap bangunan rumah Reiwa Town akan memiliki berat 12,5 kg/concrete beton dengan ukuran 390x190x150 mm. Materialnya juga akan memiliki kekuatan compressive strength mencapai 4 Newton (Nw)/mm2. Metode ini membuat bangunan menjadi tiga kali lebih kuat dibandingkan metode konvensional dan telah dibuktikan dengan tes goncangan hingga tiga kali. Hasilnya, tidak ada kerusakan pada bagian dalam rumah dan hanya sedikit keretakan pada bagian luar rumah.

Untuk material concrete beton juga diproduksi sendiri di pabrik Cileungsi dan didrop langsung di site proyek. Bangunan seperti ini di Jepang telah menjadi standar kualitas global baik dari sisi bahan bangunan, proses pembangunan, hingga nanti finishing untuk menjamin durabilitas setiap unit rumah yang dibangun dan diklaim akan memiliki ketahanan hingga lebih dari 40 tahun.

Untuk kenyamanan penghuni, dari luas 25 ha  yang tersedia yang digunakan untuk kawasan residensial  55,13 persen, infrastruktur 23,97 persen, area hijau 14,86 persen, komersial 4,32 persen, dan fasilitas 1,71 persen.

Saat ini juga beberapa unit rumah sudah terbangun untuk rumah dua lantai sementara untuk rumah satu lantai harus inden.“Rumahnya mulai tipe 39/72, 39/90, dan 47/90 untuk tipe satu lantai seharga Rp572 juta-Rp710 juta. Tipe dua lantai mulai 70/90, 81/120, dan 131/144 seharga mulai Rp1 miliaran. Konsep lainnya juga akan dimaksimalkan untuk kenyamanan penghuni mulai dari lansekap yang menyediakan welcoming area dengan zen garden, taman kering khas Jepang. Kebutuhan ritel juga akan disediakan dan beberapa tenant sudah menyatakan bergabung seperti CGV, Burger King, Starbucks, Chadstone, McDonald, Ranch Market, dan sebagainya,” beber Christina.