HousingEstate, Jakarta - Anyer merupakan salah satu destinasi  wisata pantai masyarakat Jabodetabek karena mudah diakses melalui tol dan jaraknya tidak jauh dari ibu kota Jakarta. Di kawasan inilah tepatnya di Desa Karangsuraga, Kec. Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten,  PT GNG Agro Sentosa mengembangkan Korean Village. Di atas area 12 ha developer ini mengembangkan 191 unit rumah dua lantai tipe tiga kamar tidur dengan luas bangunan 115 m2  berharga Rp1,7 miliar dan tipe empat kamar tidur luas bangunan 155 m2 yang dibanderol Rp2,2 miliar per unit.

“Harga tersebut sudah fully furnished. Sekarang sedang tahap pematangan tanah. Dijadwalkan kami pasarkan di kuartal ketiga atau Agustus mendatang,” ujar Andy K. Natanael, Presdir PT GNG Agro Sentosa kepada www.housingestate .id akhir pekan lalu.

Korean Village menyasar konsumen investor yang akan menyewakan rumahnya setelah serah-terima unit. Harga sewa rumah di kawasan ini cukup tinggi. Untuk rumah tiga kamar sewanya di kisaran Rp180 juta  hingga Rp240 juta per tahun.

Perumahan ini diberi nama Korean Village karena diproyeksikan penyewa dominannya ekspatriat dari Korea yang bekerja di berbagai perusahaan multinasional di sejumlah kawasan industri di Cilegon. Jumlahnya sekitar 6.000 orang. Sebagian mereka bekerja di industri kimia.

Alasan lain yang mendasari developer mengembangkan Korean Village karena ekspatriat Korea lebih diterima  masyarakat Indonesia dibandingkan ekspatriat lain.

“Pada saat rumah diserah- terimakan, sudah punya penyewa ekspatriat Korea sehingga pemilik rumah tidak perlu repot-repot lagi mencari penyewa. Kami yang cari penyewanya,” tambah Andy.

Perumahan ini akan dilengkapi beragam fasilitas antara lain kafe, sport club, panggung budaya berupa outdoor yang antara lain difungsikan untuk menggelar acara seni dan budaya Korea.

“Properti komersialnya juga nanti dibuat berkonsep tematic Korea,” tambah mantan GM Marketing Summarecon Serpong itu.

Karena ekspatriat Korea hobby bermain golf, akan disediakan juga tempat latihan main golf berbentuk simulator.”Pada simulator itu akan disediakan layar pada proyektornya sehingga feeling- nya serasa seperti main di lapangan golf benaran,” ujar Julius Martono Sugiharto, Preskom PT GNG Agro Sentosa.

Simulator latihan main golf itu disediakan juga sebagai alternatif wahana wisata. Selama ini Anyer  terkenal hanya sebagai wisata pantai.

Restonya pun, tambah Julius, dibuat dengan konsep Korea agar pada saat ngopi serasa bersuasana resto di Korea. Julius optimistis perumahannya akan mendapat respon bagus dari konsumen. “Apalagi pada saat selesai dibangun, konsumen sudah mendapat rental income minimal dua tahun” tambahnya.