Jumat, April 3, 2026
HomeBerita PropertiTeknologi Jadi Andalan Jasa Marga Kelola Arus Mudik-Balik di Tol

Teknologi Jadi Andalan Jasa Marga Kelola Arus Mudik-Balik di Tol

Untuk mendukung aktivitas perjalanan mudik yang lancar, aman, dan nyaman, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan berbagai persiapan. Diantaranya mengaktifkann Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) untuk mempermudah dalam memprediksi arus lalu lintas sekaligus menjadi acuan bagi para stakeholder dalam menentukan kapan harus melakukan rekayasa lalu lintas pada periode arus mudik dan balik tahun ini.

“Dengan JMTC Jasa Marga dan Korlantas Polri bersama-sama bisa melakukan mitigasi dan evaluasi yang tepat terkait prediksi dan akurasi data yang digunakan. Diharapkan tidak ada kendala sehingga Masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman, lancar, dan nyaman dan bisa memprediksi sendiri waktu tempuh dari lokasi menuju tujuan melalui aplikasi Travoy milik Jasa Marga,” ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dalam siaran pers yang diterbitkan Kamis (4/4).

Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wijayanti menambahkan, strategi kesiapan operasi dan peningkatan sejumlah pelayanan di jalan tol Jasa Marga sebagai upaya untuk menjaga Standar Pelayanan Minimal (SPM) tetap dioptimalkan khususnya untuk mengantisipasi potensi kepadatan yang terjadi selama arus mudik dan balik tahun ini.

“Kami memprediksi ada 1,86 juta kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek pada H-7 atau periode 3-11 April 2024. Sementara prediksi arus balik jumlah kendaraan yang masuk wilayah Jabodetabek pada H1-H7 atau periode 10-18 April 2024 akan sebanyak 1,92 juta kendaraan,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan ini Jasa Marga mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang berkelanjutan untuk mendukung proses bisnis perusahaan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jalan dan juga pemangku kepentingan lainnya salahh satunya dengan JMTC.

JMTC merupakan pusat pengelolaan data dan pendistribusian informasi terkini lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group kepada pengguna jalan tol dan stakeholder terkait. Jasa Marga juga menjadi operator jalan tol pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Intelligent Transportation System (ITS).

Teknologi ini terus dikembangkan melalui super-app Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) yang digunakan petugas JMTC untuk menjawab kebutuhan pengelolaan pelayanan jalan tol yang terintegrasi sekaligus menjadi sumber pusat informasi lalu lintas.

Tidak hanya digunakan oleh petugas Jasa Marga, informasi rekayasa lalu lintas dan kondisi lalu lintas terkini di jalan tol Jasa Marga Group juga dapat diakses langsung oleh pengguna jalan untuk membantu dalam merencanakan perjalanan. Pengguna jalan dapat mengakses informasi tersebut melalui aplikasi Travoy yang memiliki fitur CCTV Real Time, tarif tol, cetak struk digital, Travoy Journey hingga event lalu lintas yang dilengkapi dengan push notification.

Peningkatan layanan teknologi ini juga bisa digunakan untuk menghasilkan data dan informasi yang kemudian dianalisa oleh sejumlah Expert Talent di Jasa Marga. Data ini dimanfaatkan secara optimal oleh para pemangku kepentingan selaku pengambil keputusan terutama dalam melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan kapasitas jalan tol untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Untuk memantau volume lalu lintas serta kapasitas maksimal yang dapat ditampung oleh jalan tol yang digunakan untuk pengambilan keputusan pelaksanaan rekayasa lalu lintas, Jasa Marga menggunakan teknologi traffic counting berbasis Microwave dan CCTV Analytic berbasis Artificial Intelligence (AI).

Jasa Marga juga memasang traffic counting sejumlah 159 unit di Jabodetabek, Transjawa serta rest area untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas. Selain itu, Jasa Marga juga telah menambah titik pemantauan kecepatan berbasis satelit pada jalur arteri Jakarta-Malang dan Bali sejumlah 195 titik sebagai pertimbangan kebijakan rekayasa lalu lintas.

Sedangkan di jalan tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga juga telah mengoperasikan Lane Control Signal (LCS) sebanyak lima titik untuk pengaturan lajur contraflow dalam mengoptimalkan okupansi lajur contraflow.

“Kami juga melakukan koordinasi selama periode pelayanan arus mudik dan balik Hari Raya Lebaran melalui layanan One Call Center Jasa Marga untuk melayani seluruh ruas tol di Indonesia. Kami juga menghimbau kepada pengguna jalan untuk tidak melakukan perjalanan di waktu yang diprediksi menjadi puncak arus mudik dan arus bali untuk mudik yang lebih nyaman,” pungkas Fitri.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini