Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiMerek Asing Masih Getol Berekspansi, Tapi Tingkat Hunian Mall di Jakarta Tetap...

Merek Asing Masih Getol Berekspansi, Tapi Tingkat Hunian Mall di Jakarta Tetap Menurun

Meneruskan tren pada triwulan II-2024, pada triwulan III merek-merek makanan (F&B) dan fashion internasional masih terus berekspansi ke sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Property Marketbeat Cushman & Wakefield triwulan III-2024 yang dirilis pekan lalu mengungkapkan, brand fashion seperti Sandro dan Aland membuka gerai pertama di Plaza Senayan dan Central Park.

Sementara sejumlah merek internasional memasuki pasar. Kiztopia di Agora Mall, Pop Mart di Gandaria City, Le Labo di Ashta, dan Nitori di Central Park.

Brand gaya hidup yang populer Miniso, bahkan membuka gerai terbesarnya di dunia di mall Central Park, dengan memperkenalkan konsep baru yang berbeda dari gerai-gerai sebelumnya.

Central Park tercatat paling besar menerima penyewa baru dari brand internasional pada triwulan III. Yaitu, Miniso (3.000 m2), Nitori (2.800 m2), dan Aland (252 m2).

Disusul Neo Soho (1.800 m2 oleh brand domestik Kulturasa), Agora Mall (1.500 m2 oleh Kiztopia), serta Gandaria City dan Pacific Place (kurang dari 300 m2 oleh Oppo dan Pop Mart).

Kendati demikian, Cushman menyebut secara keseluruhan permintaan ruang ritel di Jakarta melemah 1,1 persen pada triwulan III-2024 dibanding triwulan II (qtq), sehingga tingkat permintaan kumulatif menjadi 3.716.500 m2.

Karena pelemahan permintaan itu, tingkat hunian rata-rata pusat belanja di Jakarta sedikit menurun menjadi 78,1 persen pada triwulan ulasan (naik 1,2 persen secara tahunan atau yoy namun menurun 1,1 persen secara triwulanan).

Baca juga: Kuartal Dua 2024 Permintaan Ruang Ritel di Jabodetabek Menurun

Pada triwulan III-2024 hanya ada satu mall baru yang memasuki pasar. Yaitu, Agora Mall seluas 36.400 m2 di kompleks Thamrin Nine, yang berkontribusi menambah pasok kumulatif ruang ritel di Jakarta menjadi 4.755.900 m2 (naik 1,0 persen yoy dan 0,8 persen qtq).

Beberapa mal seperti Plaza Semanggi dan Epicentrum Walk dalam proses renovasi, dan empat mal baru akan selesai pada akhir 2024 dan 2025 (Lippo Mall East Side di Holland Village, Menara Jakarta Mall, Cornerstone di Antasari Place, dan Annajon di The Sima Retail).

Bila sudah memasuki pasar, semua mall itu akan meningkatkan pasokan kumulatif ruang ritel di Jakarta 1,95 persen dalam 12 bulan mendatang. Tarif sewa ruang ritel di Jakarta sendiri belum berubah secara triwulanan kendati meningkat secara tahunan.

“Tarif sewa dasar rata-rata stabil di angka Rp815.400 per meter persegi per bulan. Service charge secara rata-rata juga tidak berubah dari Rp195.900 per meter persegi per bulan,” tulis laporan berkala Cushman itu.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini