Selasa, April 21, 2026
HomeUncategorizedKinerja Hotel Akan Membaik Bulan Ini

Kinerja Hotel Akan Membaik Bulan Ini

Secara umum periode kuartal pertama (Q1) menjadi periode yang paling lambat untuk sektor perhotelan dan awal tahun 2025 ini pol aitu kembali berulang. Dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah yang membuat pengeluaran anggaran daerah lebih ketat juga berdampak pada aktivitas perhotelan.

Kebijakan efisiensi mencakup penghematan perjalanan dinas, kunjungan studi, seminar, hingga diskusi kelompok yang dirasakan cukup signifikan bagi perhotelan di Jakarta terlebih hotel-hotel yang sangat bergantung terhadap pasar pemerintah.

Dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah itu telah mendorong para pelaku industri perhotelan untuk menerapkan langkah efisiensi mereka sendiri agar tetap bisa beroperasi. Pekerja harian di hotel mengalami pengurangan jam kerja dan karyawan diminta untuk mengambil cuti atau cuti tanpa dibayar guna menekan biaya operasional akibat tamu yang sepi.

Kondisi ini bukan hanya dirasakan hotel-hotel di Jakarta tapi kebijakan efisiensi juga berdampak pada hotel-hotel di Bali khususnya yang bergantung pada pasar meeting, incentives, conferences, dan exhibition (MICE).

Baca juga: Pasar Hotel Melemah, Tapi INPP Tetap Pede Pendapatannya Bisa Tumbuh 10-20 Persen

Menurut Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, berkurangnya kegiatan MICE terutama yang berskala internasional menjadi tantangan bagi hotel-hotel yang berfokus pada pasar ini dengan aktivitas korporat yang juga mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi yang berkaitan dengan pemerintah.

“Sebagai dampak dari kebijakan efisiensi ini, para pelaku industri perhotelan juga harus efisien, menyesuaikan diri dengan kondisi pasar. Namun kinerja hotel di Jakarta kami prediksi akan kembali normal pada pertengahan Juli seiring berakhirnya libur yang berdampak pada aktivitas bisnis,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan Jumat (04/07).

Baca juga: Siteminder: Kinerja Perhotelan Indonesia Masih Cukup Baik Di Kawasan Asia Tenggara

Kinerja hotel di Bali juga diperkirakan akan membaik pada kuartal kedua, namun kebijakan efisiensi dan menurunnya daya beli masyarakat perlu menjadi perhatian. Tiket pesawat domestik yang sering kali lebih mahal dibandingkan tiket internasional dapat mengurangi minat wisatawan domestik untuk berlibur.

“Pelaku industri perhotelan harus mencari pasar alternatif selain pasar pemerintah, karena belum ada tanda-tanda pelonggaran kebijakan efisiensi dari pemerintah. Jika kondisi ini terus berlanjut, peningkatan kinerja pada kuartal kedua mungkin tidak akan signifikan sehingga semakin mempersulit para pelaku industri perhotelan di masa mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Berita Terkini