MRT Perluas Blok M Fase Ultimate Hingga Lima Kali Lipat
PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan konsep desain transformasi Blok M Fase Ultimate yang bekerja sama dengan Badan Pengelola Aset Daerah (APBD). Konsep desain Blok M Hub yang baru ini akan menghasilkan perluasan ruang publik baru dengan luasan mencapai lima kali lipat dari saat ini.
Konsep ini telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung awal pekan ini. Peluncurannya juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Firdaus Ali, Ketua Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Nova Harifan Paloh, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Direksi dan Dewan Komisaris PT MRT Jakarta (Perseroda).
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan, selama proses transformasi kawasan Blok M tidak boleh kehilangan ruh utamanya yaitu sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan di Jakarta dan secara khusus proses tranformasi harus tetap memegang konsep utama Blok M.
“Blok M harus tetap menjadi ruang yang hidup untuk tempat bekerja yang tidak putus, tempat terkoneksi dengan segala sesuatu dari seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak muda, dan tradisi budaya baru hasil kolaborasi yang datang dari mana saja,” ujarnya dikutip dari siaran pers Kamis (8/10).
Berbagai hal yang dipaparkan terkait Blok M harus tetap terjaga khususnya dari aspek budaya, ekonomi, dan komersial. Melalui pembenahan ini juga untuk bisa menjadi contoh dan bukti kalau pendekatan transit oriented development (TOD) yang dikembangkan di sektor transportasi juga dapat dilaksanakan di kawasan lain.
Baca juga: Berbagai Event Digelar MRT Jakarta untuk Kembalikan Blok M Jadi Pusat Trendsetter
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menambahkan, ada lima transformasi utama yang akan dilaksanakan di Blok M Fase Ultimate yaitu revitalisasi terminal hingga area gerai retail yang menjadikannya pusat gaya hidup perkotaan yang dinamis.
“Blok M Fase Ultimate ini akan dibuat terminal yang lebih modern dan terintegrasi, pengembangan mixed-use kawasan Blok M-Sisingamangaraja yang lebih accessible, inklusif, dan dinamis, terintegrasi dan terkoneksi antarmoda bagi pejalan kaki, destinasi komersial baru yang dilengkapi pusat gaya hidup, hingga ruang terbuka publik yang lebih aman untuk berinteraksi,” jelasnya.
Saat ini setiap harinya ada sekitar sekitar 25 ribu pengunjung datang ke Blok M Hub. Tingginya angka kunjungan ini mendorong MRT Jakarta untuk menghadirkan desain baru yang memenuhi kebutuhan akan ruang-ruang interaksi yang lebih nyaman dan aman.
Tujuan transformasi ini ialah untuk mewujudkan kawasan Blok M dan Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dinamis, dan layak huni di Jakarta. Hal lainnya, investasi revitalisasi Blok M Hub bersumber bukan dari APBD sehingga MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan, mengedepankan skema creative financing dan bekerja sama dengan berbagai mitra strategis.
Baca juga: Gubernur Pramono Canangkan Blok M Sebagai Hub Baru Jakarta, Bank DKI Mendukung
Transformasi Blok M Hub menjadi Blok M Fase Ultimate akan berlangsung secara bertahap, dimulai dengan revitalisasi terminal dan Blok M Hub (retail) dengan target penyelesaian pada 2029, dilanjutkan dengan bangunan mixed-use pada tahun berikutnya.
Proyek transformasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pengembangan kawasan berorientasi transit Blok M-Sisingamangaraja, yang mencakup kawasan di sekitar Stasiun Blok M BCA dan Stasiun ASEAN Headquarters.