Batara Group Buka Showroom BUILDHAUS Pertama dengan Konsep Experience Centre
Pengembangan properti tidak terlepas dari industri konstruksi. Sedangkan industri konstruksi sangat terkait dengan pasokan bahan bangunan oleh distributor.
Perusahaan konstruksi bisa membangun properti berkualitas secara efisien dan berkelanjutan, sangat tergantung pada pasokan bahan bangunan yang pas dan berkualitas dari distributor.
Itu sebabnya, akselerasi bisnis Batara Surya Semesta (Batara Group) tidak berhenti pada peluncuran model dan produk pabrikasi baru. Jaringan penjualan dan purnajual juga menjadi objektif jenama asli Indonesia ini.
Sebagai upaya ekspansi pasar, Batara Group resmi membuka showroom BUILDHAUS pertamanya di Bali, Selasa, 6 Oktober 2026.
Batara Group merupakan pabrikasi dan toko bahan bangunan yang berpusat di Jakarta, dan sejak tahun 1971 sudah menjadi pemasok sejumlah produk bahan bangunan berkualitas di Indonesia.
Salah satu kelebihan Batara Group, mampu memangkas jalur distribusi sehingga alur produk bahan bangunan dari pabrik langsung ke konsumen, sehingga harganya lebih terjangkau.
Bukan sekedar toko
Buildhaus hadir membawa solusi dan inspirasi bahan bangunan yang berkualitas bagi masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Pulau Bali dan sekitarnya.
Buildhaus mengusung konsep baru yang bertujuan memberikan pengalaman berbelanja bahan bangunan terbaik untuk para konsumen dan masyarakat luas, termasuk para kontraktor, arsitek, desainer interior, developer, dan pemilik proyek properti.
Dengan pembukaan di Bali, Batara Group sudah punya 3 cabang di Indinesia. Yaitu, Semarang, Surabaya, dan Bali. Bedanya dengan di Semarang dan Surabaya, cabang di Bali disebut Buildhaus karena konsepnya “small” mitra10/depo bangunan (one stop solutions).
Kalo cabang biasa hanya berjualan, Buildhaus sekaligus menjadi showroom pertama Batara Group yang dilengkapi mock up aplikasi materialnya seperti yang bisa dilihat di gerai IKEA dan Dekoruma. Dengan demikian Buildhaus menjadi experience centre bagi konsumen mengenai produk bahan bangunan.

BUILDHAUS secara resmi dibuka Presiden Direktur Batara Group Daniel Surya Tandi, dihadiri etua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali I Wayan Agus Novi Dharmawan, dan Ketua Umum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Bali I Made Rai Hartana.
Buildhaus berada di pusat komersial dan business hub Bali, di Jalan Gatot Subroto Timur, Kota Denpasar, dengan akses menuju showroom yang mudah dari berbagai penjuru Pulau Bali.
Baca juga: Transformasi Batara Group Menjadi Perusahaan Distribusi Bahan Bangunan Premium
Menurut Daniel, di usia ke-55 tahun ini, Batara Group berkomitmen melakukan transformasi bisnis dengan meningkatkan image perusahaan sekaligus memperkenalkan lebih luas produk-produk bahan bangunan premium yang
dipasarkannya.
“Ekspansi ini kami lakukan sebagai strategi memperluas jaringan bisnis, dengan membuka cabang di Surabaya pada Januari lalu, dan kini BUILDHAUS sebagai cabang ketiga sekaligus merupakan showroom pertama Batara Group,” katanya saat acara pembukaan showroom BUILDHAUS di Bali, Kamis (8/10/2026), sebagaimana dikutip keterangan Batara Group.
Architecture hub
Hingga kuartal kedua tahun ini, Batara Group punya dua jaringan di Semarang, Jawa Tengah, dan Surabaya, Jawa Timur. Bali merupakan kota ketiga sekaligus yang pertama hadirnya BUILDHAUS, cabang khusus yang mengusung konsep experience center.
Direktur Komersial Batara Gr oup Reissa Siregar menyadari atensi brand-nya diterima baik oleh masyarakat. Hanya saja ketersediaan jaringan penjualan masih terbatas, terpusat di Pulau Jawa.
Karena itu dalam waktu mendatang, pabrikan akan menambah jaringan baru lagi yang tersebar di kota-kota besar, sebagai upaya memperluas jaringannya agar bisa lebih banyak diakses oleh konsumen.
“BUILDHAUS merupakan langkah strategis Batara Group dalam memperluas jangkauan pasar di Indonesia, menawarkan produk bahan bangunan premium dari brand-brand pilihan berkualitas dan dukungan teknis terbaik. Di sini pengunjung dapat bertemu langsung dengan brand dan suppliers, sehingga bisa saling mengenal, bertukar
informasi, dan melihat peluang untuk bekerja sama,” tutur Reissa.

Baca juga: Turbin Ventilasi Ozvent, Solusi Ruang Tidak Pengap dan Gerah
Ia menyebut Bali Raya masih menjadi wilayah dengan konsumen potensial terbesar, sehingga optimis BUILDHAUS mampu memenuhi kebutuhan berbelanja bahan bangunan unggulan.
“Sejak awal tahun kami telah mempersiapkan ekspansi pasar ini secara seksama. Hadirnya BUILDHAUS menjadi tempat baru untuk masyarakat Bali dalam mencari insipirasi produk building material,” jelas Reissa.
Di atas lahan seluas 400 meter persegi, showroom BUILDHAUS memasarkan ratusan kategori produk dari brand premium seperti waterproofing membrane merek Casali dan Wisproof, insulasi atap Polyshield dan Polynum, serta ventilation turbine Ozvent.
Kemudian juga beberapa merek dagang lain seperti perekat sealant Viscous, insulasi mineral wool Duorock, hingga phenolic board Smartcubic. Produk-produk premium itu menjadi Batara home brands.
Di luar itu ada sejumlah produk yang Batara Group menjadi authorized distributor, seperti door hardware Dormakaba, papan gipsum A Plus, baja ringan Lysaght, atap ramah lingkungan Onduline, penutup jendela (window covering) dan produk arsitektur Hunter Douglas, dan banyak lagi.
Baca juga: Perluas Edukasi Solusi Partisi dan Plafon, Knauf Buka Experience Centre Kedua di Medan
Di BUILDHAUS konsumen dapat melihat material lebih menyeluruh, seperti detail warna, tekstur, ukuran, dan finishing, dan mengalaminya langsung sembari berdiskusi dengan tim penjualan terkait jenis dan jumlah kebutuhan.
“Kami hadirkan applications set berupa mock up yang didesain menyesuaikan karakter material, sebagai inspirasi pemilihan produk bahan bangunan sesuai selera dan preferensi konsumen, sehingga pengalaman belanja material terasa lebih riil dan efektif,” terang Reissa.
Jadi, BUILDHAUS bukan sekadar tempat bertransaksi material bangunan, tapi juga diplot sebagai architecture hub, pusat kegiatan bagi para profesional arsitek, kontraktor, pengembang dan turunannya di Bali, untuk berdiskusii, gathering, hingga presentasi produk secara spesifik.
“Pertemuan tidak hanya berlangsung ketika ada proyek yang sedang dikerjakan, tapi juga melalui berbagai kegiatan reguler yang diadakan di showroom,” tutup Reissa.