Bintaro Jaya Menuju Kota Masa Depan
Transit Oriented Development
Lokasi Bintaro Jaya Xchange yang berada persis di sisi jalan Tol Bintaro-Pondok Indah juga berseberangan dengan stasiun Jurangmangu yang dilayani commuter line menuju ke stasiun Dukuh Atas (Sudirman) dan Kota. Pihak Bintaro Jaya kini sedang aktif berkoordinasi dengan Pemkot Tangerang Selatan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk merevitalisasi akses di kawasan sekitar stasiun Jurangmangu. Sehingga nantinya, akan ada akses baru menuju Bintaro Jaya. Salah satunya adalah membuat underpass di bawah jalan Tegal Rotan dari arah tol Serpong dan dari stasiun Jurangmangu ke Bintaro Jaya Xchange.
Menurut Arum, kawasan Bintaro Jaya Xchange yang terintegrasi dengan stasiun Jurangmangu ini merupakan salah satu wujud konsep pengembangan kawasan Bintaro Jaya yang berbasis transit oriented development (TOD), yaitu suatu pengembangan kawasan yang berbasis pada transportasi massal. Di sisi lain, konsep tersebut juga menomorsatukan pejalan kaki atau warga yang mobilitasnya tidak menggunakan kendaraan bermotor (non motorized vehicle). Basis TOD ini akan terwujud dengan dukungan dari stasiun Pondok Ranji dan Jurangmangu yang memang sejak awal berada dalam kawasan Bintaro Jaya. Dua stasiun ini akan menjadi sentral dari pengembangan berbasis TOD di Bintaro Jaya.
Pemikiran selanjutnya adalah bagaimana warga bisa mencapai stasiun tersebut tanpa menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Maka, direncanakanlah konsep kota non-motorisasi (non-motorized city). Di dalamnya akan terdapat pedestrian walk, bike path, dan angkutan internal Intrans yang menghubungkan setiap terminal antar moda transportasi publik dengan distrik-distrik hunian.
Inilah bentuk spirit Bintaro Jaya “The Professional’s City” yang selalu bersandarkan pada tiga aspek penting, yaitu workable (dapat dilaksanakan), liveable (nyaman dihuni) dan sustainable (berkelanjutan), agar menjadi suatu kawasan pemukiman yang lestari sampai puluhan tahu mendatang. [ADV]