Qatar Bangun Apartemen Mewah di London
Qatar, salah satu negeri kaya di Timur Tengah, memperluas jaringan investasi propertinya di Inggris. Di tanah kelahiran Pangeran William itu pemerintah Qatar sudah memiliki sejumlah properti, antara lain Harrords Department Store dan the Olympic Village, dan menggenggam 10,3 persen saham di London Stock Exchange.
Pemerintah Qatar juga tengah menyiapkan proyek properti di kawasan Southwark di tengah kota London. Untuk membangun apartemen mewah setinggi 26 lantai itu Badan Investasi Qatar menggandeng Sellar Property Group dan arsitek kelas dunia Renzo Piano (77 tahun). Apartemen yang merangkum 148 unit hunian itu dikembangkan di area seluas 1,6 ha. Lokasinya bekas Fielden House, gedung perkantoran tua yang dibangun tahun 1950.
Proyek ini bagian dari London Bridge Quarter, kawasan multifungsi seluas 18,6 ha. Salah satu icon kawasan itu adalah the Shard (310 meter), gedung tertinggi seantero Eropa Barat. Shard sendiri merupakan gedung multifungsi yang terdiri atas perkantoran, apartemen, dan hotel bintang lima yang dikelola Shangri-La. Gedung tersebut dilengkapi spa, kolam renang, aneka restoran dan ruang galeri pandang yang bisa menyaksikan Kota London 360 derajat tanpa halangan. Seluruh proyek ini dijadwalkan rampung tahun 2018.
Desain gedung ini dalam tahap finalisasi. Rencananya di lantai 15 terdapat taman yang dibentuk seakan membungkus bagian atap yang menyempit. Desain ini disebut-sebut sebagai salah satu ciri desain Piano, arsitek gaek yang juga mendesain gedung New York Times di Manhattan dan Maison Hermes di Tokyo.
Sellar optimis apartemen ini diterima pasar walau kondisi pasar apartemen mewah di London sedang lesu. Lesunya pasar itu tergambar di Shard yang masih menyisakan sepuluh unit apartemen seluas total 5.800 m2 walau pengembangnya berdalih apartemen ini memang tidak untuk dijual. Menurut data Lonres dan Dataloft, tingkat penjualan apartemen di pusat kota London (seperti Knightsbridge, Chelsea, Kensington dan Belgravia) pada kuartal ketiga 2014 hanya sepertiga dari periode yang sama setahun lalu.
Lesunya pasar itu salah satunya disebabkan harga terlampau tinggi. Banyak penduduk lokal memilih hunian di luar kawasan itu. Southwark, Selar dan Qatari Diar berjanji untuk menyediakan rumah berharga lebih terjangkau di dekat proyek ini. Jika tidak bisa memenuhi janjinya, mereka akan dikenai denda sebesar 18,8 juta pound sterling atau sekitar Rp364 miliar.
(Sumber: Financial Times)
