Sabtu, Mei 9, 2026
HomeGaya HidupPerabotModernisasi Rotan Alami

Modernisasi Rotan Alami

Menyebut kursi rotan, Anda pasti membayangkan model kursi penuh anyaman rotan dan simpul ikatan yang membosankan. Rotan, salah satu kekayaan alam Tanah Air kita memang masih minim pengembangan, baik dari sisi bahan maupun desain. Dari 600 spesies rotan yang kita miliki, baru delapan persen yang sudah dieksploitasi untuk produk komersial. Padahal, 80 persen kebutuhan rotan dunia dipasok Indonesia.

Berangkat dari keprihatinan itulah, beberapa desainer muda Indonesia berupaya mengolah rotan alami menjadi produk furnitur berkelas dan bergaya. Di antaranya dengan mengurangi bentuk-bentuk lengkung, anyaman, dan ikatan konvensional yang mengganggu pandangan. Berikut hasil kreasi para desainer itu yang dipamerkan dalam Casa by Bravacasa Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Line Chair, Debrina Syafei Kursi mungil ini menonjolkan kesederhanaan desain melalui tampilan garis-garis lurus dari batang rotan. Tampilan rotan yang telah dikuliti dihadirkan dengan lapisan warna natural kuning kecokelatan. Kursi ditopang kaki dari kayu pohon durian berwarna hitam. Anda bisa menaruhnya di ruang santai ditemani meja samping yang senada.

Muff Stool

Perabot Muff Stool

Michelle Nathania Stool yang menampilkan susunan batang rotan melingkar di bagian tengah ini didesain menyerupai roti muffin. Di bawah susunan rotan terdapat bantalan yang membal ketika diduduki. Anda akan merasakan sensasi duduk seperti tenggelam di dalam muffin yang empuk. Cocok ditempatkan di ruang keluarga atau sudut kamar tidur.

Asha Stool

perabot asha

Abie Abdillah Inspirasi bangku ini dari bentuk atap rumah tradisional Sumatera Barat. Sisi lengkung di dua sisi membuat Anda bisa duduk sambil sedikit bergoyang di atasnya. Batang rotan alami sebagai pembentuk rangka bangku dipadu dengan anyaman rotan sintetis pada bagian dudukan.

Jekate Chair

perabot jekate chair

Ray Simandjuntak Kerumitan lika-liku jalan di Jakarta (Jekate) mendasari konsep desain kursi santai ini. Elastisitas batang rotan diperlihatkan dengan jalinan saling-silang tanpa ikatan yang mengisi rangka kursi. Anda bisa memakai kursi berukuran jumbo ini untuk menemani menonton televisi.

Pretzel Stool,

Pretzel Stool

Abie Abdillah untuk Aida Repetisi lekukan khas kue Pretzel diterapkan pada batang rotan yang membentuk bangku. Tampilan stool tampak mulus dengan minim simpul ikatan. Bisa Anda tempatkan di ruang tamu mungil atau teras depan.

Petal

perabot petal

Alvin T untuk Yamakawa Rattan Desain kursi ini bisa mencuri perhatian jika ditempatkan di ruang keluarga atau ruang duduk. Bentuk lengkung dan ikatan rotan memang terkesan konvensional, tapi desain kursi terlihat kontemporer. Bayangkan Anda duduk dan teralingi jalinan rotan seperti berada di dalam sangkar.

Alvin T untuk Aida

perabot asha

Kursi rotan ini sekilas tak beda dengan perabot dari kayu. Batang rotan dihadirkan berupa garis-garis lurus berwarna kuning kecokelatan dikombinasi dengan anyaman rotan sintetis pada bagian sandaran dan lengan kursi. Pantas ditaruh di ruang tamu atau teras.
 

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie

Berita Terkait

Ekonomi

Kredit Bermasalah Pinjol Masih Bertahan Tinggi

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Wamenkeu: Defisit Fiskal Tahun Ini Maksimal 2,9 Persen

Defisit fiskal atau kekurangan anggaran RI terancam melebar tahun...

BPS: Penduduk Indonesia Kini 284,67 Juta, 68,92 Persen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan...

Menkeu: Kita Sudah Keluar dari Jebakan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Menteri Keuangan (Mnekeu) Purbaya Yudhi Sadewa sumringah, karena perekonomian...

Berita Terkini