Harga Properti di Bandung Naik Hampir 50% Per Tahun
Pertumbuhan harga properti yang cukup tinggi bukan monopoli wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Di Bandung, Jawa Barat, harga property juga naik cukup signifikan. Di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung, rata-rata kenaikannya hampir 50 persen per tahun.

“15 tahun lalu kami memasarkan rumah di tatar Banyaksumba tipe 65/125 seharga Rp125 juta, sekarang tipe yang sama sudah Rp1 miliaran,” ujar Raymond Hadipranoto, Marketing Manager PT BelaputeraIntiland, pengembang Kotabaru Parahyangan (KBP).
Pertumbuhan harga itu menarik minat konsumen, baik enduser maupun investor. Karena itu kendati pasar properti secara umum melemah, animo konsumen membeli rumah dan ruko di Kota Baru Parahyangan tetap tinggi. Raymond menyebut penjualan hingga saat ini tetap bagus dan sesuai target.
Tidak seperti perumahan menengah, di Kotabaru Parahyangan yang diminati justru rumah-rumah premium berharga mahal. Misalnya rumah bergaya art deco di Koridor Bandoeng Tempo Doeloe (KBTD). Di sini harganya berkisar Rp4 – 6 miliaran per unit. Rumah paling kecil tipe 268/444 seharga Rp5 miliaran. KBP juga memasarkan rumah tipe kecil seharga Rp1 – 1,3 miliar di Tatar Wangsakerta 2.
Raymond mengatakan pertumbuhan harga di KBP bakal semakin tinggi mengingat mulai semester dua tahun ini pihaknya akan memulai pembangunan sejumlah fasilitas baru. Salah satunya pembangunan lapangan golf di area seluas 70 ha. Padang gold 18 hole ini rencananya sudah dapat dioperasikan dua tahun mendatang. Selain itu Universitas Maranatha (kampus KBP) rencananya akan memulai perkuliahan tahun 2016/2017.