Selasa, Mei 19, 2026
HomeBerita PropertiTanah Wakaf  Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi

Tanah Wakaf  Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi

Mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa pernah mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang memiliki tanah wakaf terluas di dunia. Berdasarkan data Kementerian Agama luas tanah wakaf di Indonesia lebih dari 300 ribu ha yang tersebar di 366.500 lokasi. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menyebutkan tanah wakaf  bisa menjadi sumber modal sangat besar dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih produktif.

tanah Wakaf
tanah Wakaf

Pandangan sebada dikemukakan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Slamet Riyanto yang menyebut tanah wakaf sangat potensial untuk dikembangkan menjadi properti komersial. “Penggunaan tanah wakaf bukan hanya untuk masjid, pemakaman, gedung sekolah, atau rumah sakit tapi bisa untuk mal, perkantoran, dan properti produktif lainnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/12).

Pengembangan tanah wakaf untuk properti komersial tujuannya tetap harus untuk kemaslahatan masyarakat. Ia mencontohkan pengembangan kompleks masjid menjadi kawasan perdagangan sehingga bisa membiayai kebutuhan masjid dan beasiswa untuk masyarakat kurang mampu. Contoh lain yang dilakukan Badan Wakaf Al Azhar di Mesir yang bisa memberi manfaat besar karena memaksimalkan lahan wakaf yang untuk kepentingan produktif. Hasilnya Al Azhar Mesir dapat memberi beasiswa ke segala penjuru dunia termasuk Indonesia.

Tapi gagasan untuk mengoptimalkan fungsi tanah wakaf itu masih terbentur UU No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf. Karena itu Slamet akan berinisiatif mengajukan revisi UU agar ruang geraknya lebih luas. “Secara kasar nilai tanah wakaf di seluruh Indonesia mencapai Rp2 ribu triliun dan saat ini 90 persen digunakan untuk masjid, pemakaman, dan sekolah. Badan Wakaf akan  mengedukasi masyarakat bahwa wakaf dapat dijadikan penggerak ekonomi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Audiensi Kadin Indonesia-KLH/BPLH Bahas Green Jobs Hingga Nilai Tambah Hijau

Kamar Dagan dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan audiensi dengan...

Triwulan I 2026 Total Utang Pemerintah Hampir Rp10.000 Triliun

Utang pemerintah (dalam rupiah dan valuta asing) terus meningkat....

Berita Terkini