Jumat, Mei 8, 2026
HomeApartmentApartemen Majestic Serpong Ditawarkan Untuk Kos-Kosan

Apartemen Majestic Serpong Ditawarkan Untuk Kos-Kosan

Kalangan pengembang dituntut lebih kreatif agar tetap bisa membukukan penjualan di tengah lesunya pasar property. PT Prioritas Land Indonesia (PLI) misalnya, menawarkan bisnis kos-kosan di apartemen Majestic Point Serpong (MPS) yang dikembangkannya di Jl Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

apartemen Majestic Point
apartemen Majestic Point

Menurut Presiden Direktur PLI Marcellus Chandra, pihaknya meluncurkan konsep investasi kos-kosan untuk meladeni masyarakat yang ingin memiliki passive income. “Untuk memiliki passive income banyak kendalanya terutama di lokasi prospektif yang harga propertinya semakin tinggi. Makanya kami mengajak konsumen yang mau jadi bos kos-kosan melalui produk kami,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/7).

PLI mengemas program pembelian unitnya dengan cukup menarik. Konsumen cukup membayar Rp10 juta sebagai uang untuk membeli unit apartemen seharga Rp500 juta. Sisanya bisa diangsur langsung ke pengembang atau dibiayai dengan KPA dari bank. Potensi sewa kos-kosan di sekitar MPS sekitar Rp2,6 juta/bulan. Dengan program ini PLI akan memberikan jaminan sewa (rental guarantee) 9 persen per tahun selama 3 tahun pertama atau sekitar Rp20 ribu/hari. Pendapatan sewa ini dapat dipakai untuk mengurangi cicilan.

MPS dalam waktu dekat akan diserahterimakan karena progres pembangunannya lebih dari 85 persen. Dari dua tower (900 unit) yang dibangun setinggi 32 lantai yang belum terjual sekitar 100-an unit. Unit inilah yang ditawarkan sebagai kos-kosan. Pasar sewanya para mahasiswa dan karyawan karena di sekitarnya ada sejumlah kampus, perkantoran, mal, rumah sakit, dan pusat ritel.

“Unit yang dijadikan kos-kosan semuanya kami yang mengelola. Free maintenance untuk listrik, air, dan furniture sehingga konsumen bisa langsung mendapatkan income,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kredit Bermasalah Pinjol Masih Bertahan Tinggi

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Wamenkeu: Defisit Fiskal Tahun Ini Maksimal 2,9 Persen

Defisit fiskal atau kekurangan anggaran RI terancam melebar tahun...

BPS: Penduduk Indonesia Kini 284,67 Juta, 68,92 Persen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan...

Menkeu: Kita Sudah Keluar dari Jebakan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Menteri Keuangan (Mnekeu) Purbaya Yudhi Sadewa sumringah, karena perekonomian...

Berita Terkini