Selasa, Juli 28, 2026
HomeBerita PropertiTeknologi Mesin Pengolahan Kopi Schneider yang Tingkatkan Produktifitas

Teknologi Mesin Pengolahan Kopi Schneider yang Tingkatkan Produktifitas

Perusahaan global di bidang transformasi digital, otomasi, dan pengelolaan energi Schneider Electric, memperkenalkan teknologi EcoStruxure Augmented Operators Advisor dan EcoStruxture Machine Advisor untuk mesin pembakaran kopi (coffee roasting machine) di acara INNOFEST ID 2018 yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta, 24-27 Juli 2018.

Teknologi yang ditawarkan Schneider memungkinkan produsen pengolahan kopi melakukan analisis prediktif guna meningkatkan performa dan produktivitas mesin pemanggang kopi, mempercepat waktu maintenance, meminimalisasi kesalahan akibat human error, serta menekan biaya perawatan mesin hingga 20 persen.

“Industri pengolahan kopi di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik untuk lebih berkembang, seiring meningkatnya minat konsumsi kopi sebaga bagian dari tren gaya hidup kelas menengah. Sebagai negara terbesar keempat setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia penghasil kopi, kita perlu meningkatkan daya saing melalui penerapan teknologi digital seperti ini,” kata Fadli Hamsani, Digital Transformation Senior Manager Schneider Electric Manufacturing Batam, melalui siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Teknologi yang ditawarkan Schneider bisa membantu meningkatkan produktivitas dan memonitor kualitas mesin untuk perencanaan perawatan dan memungkinkan membuat keputusan secara real time. Teknologi ini merupakan proyek percontohan kerja sama Schneider dengan Berto Coffee Roaster untuk menyosialisasikan teknologi industri 4.0 di industri pengolahan kopi lokal.

“Dengan teknologi ini, teknisi operasional dapat melakukan diagnosa performa mesin secara virtual dan real time melalui smartphone tanpa harus membuka komponen mesin secara manual. Teknisi juga dapat mengetahui potensi terjadinya masalah pada mesin, sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelumnya sehingga menghindari terhentinya kegiatan operasional,” jelas Fadli.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY Dorong Pembangunan Bali: Satu Pulau-Satu Tata Kelola

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus...

Kadin: Multiplier Effect Industri Kesehatan, Rp1 Jadi Rp3

Sektor kesehatan dengan industri farmasi nasional bisa memberikan dampak...

Tantangan Lingkungan Bisa Menciptakan Nilai Bisnis

Jangan lagi melihat perubahan perubahan iklim sebagai tantangan lingkungan...

Semester I Keseimbangan Primer Surplus Rp85,1 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran...

Berita Terkini