HousingEstate, Jakarta - Jangan meremehkan dampak sebuah warna. Kendati hanya merupakan pelapis, pewarnaan bisa mendatangkan efek yang cukup kuat secara psikologis termasuk bagi wisatawan. Itu bias dilihat di tiga desa di Malang, Jawa Timur, yang memiliki keunikan karena dipuls dengan aneka warna. Mengutip siaran pers produsen cat lokal PT Indana di Jakarta, Senin (15/10/2018), berikut tiga desa warna-warni di Malang itu.

 

Kampung Warna-Warni

Kota Malang, Jawa Timur, memiliki Kampung Warna-Warni yang sangat eye catching. Konsep multi-coloured village ini pertama kali muncul dari ide beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang ingin memperindah kampung di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Malang, selain sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian penduduk setempat.

Sebulan setelah mengeluarkan ide, konsep kampung warna-warni ini difasilitasi  produsen cat lokal PT Indana. Akhirnya, beberapa seniman lokal dan masyarakat setempat mengekspresikan kreativitas dengan menambahkan pewarnaan dan beberapa karya seni dalam bentuk desain kartun, grafiti, dan mural. Menariknya, setiap beberapa bulan konsep desain dan warna kampung ini akan diubah untuk menarik tamu kembali datang dan menjaga kesegaran desainnya.

Selain menyegarkan mata, inovasi dari Kampung Warna-warni ini juga mendatangkan pendapatan bagi penduduk kampung. Setiap hari ada 200 pengunjung, bahkan mencapai seribuan pengunjung di akhir pecan, yang mengunjungi kampung dan berbelanja makanan hingga suvenir. Penduduk remaja diaktifkan mengelola biaya parkir hingga tiket masuk sebesar Rp3.000/orang yang nanti digunakan untuk membeli bahan pokok seperti beras dan minyak goreng untuk warga setempat.

 

Kampung Biru Arema

Kampung Biru Arema atau Arema Blue Village merupakan sebuah kampung yang dikonsep secara tematik menyesuaikan dengan klub bola lokal yang sangat terkenal, Arema Malang. Lokasinya di seberang Kampung Warna-Warni yang desainnya diinisiasi Walikota Malang Mochammad Anton yang saat ini non aktif karena menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Arema Blue Village terdiri dari 500 rumah padat yang seluruhnya dicat berwarna biru untuk meningkatkan penampilan desa dan meningkatkan taraf ekonominya. Dibutuhkan upaya luar biasa untuk meyakinkan warga yang awalnya skeptis dengan konsep kampung biru ini. Akhirnya awal Februari 2018 Kampung Biru Arema bisa diresmikan dengan memuat berbagai mural yang berhubungan dengan Arema di seluruh desa, seperti maskot Arema yang disebut Singo Edan.

 

Kampung TriDi

Terakhir Kampung TriDi (3D Village) yang lokasinya dihubungkan dengan sebuah jembatan kuning menjulang tinggi ke Kampung Warna-Warni. Nama TriDi berasal dari lukisan dan grafiti di dinding yang mirip efek huruf 3D. Akhirnya ini menjadi atraksi utama desa dan terus berubah untuk menarik wisatawan.

Sebagian besar lukisan dan grafiti di kampong itu terinspirasi dari hewan pemangsa seperti hiu dan karakter superhero semacam Spiderman. Berbagai mural itu bagus dijadikan latar swafoto dengan harga tiket masuk Rp3.000/orang dan Rp3.000 lagi untuk menyeberangi jembatan.