HousingEstate, Jakarta - Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaah Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) merilis perumahan-perumahan bersubsidi yang paling diminati melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep). Ini merupakan aplikasi yang telah diluncurkan PPDPP pada 19 Desember 2019 untuk memudahkan  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencari informasi rumah bersubsidi yang mudah dijangkau dari tempat kerjanya, dan mendekatkan pengembang dengan potensi buyer-nya.

Ada 10 perumahan tertinggi pilihan MBR dalam aplikasi SiKasep yang dirilis PPDPP tanggal 30 Maret 2020. Menduduki urutan tertinggi adalaj perumahan Logam Bangun Setia (791 unit) disusul berturut-turut Pesona Kahuripan 2 (602 unit), Grand Cikarang City 2 (573 unit), Permata Mutiara Maja (445 unit), Bukit Cilegon Asri (268 unit), Griya Sutera Balaraja (246 unit), Citra Maja Raya (243 unit), Arafah Residence (219 unit), Pesona Prima Cikahuripan 6 (192 unit), dan Cempaka Putih (189 unit).

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, proses penyaluran KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) saat wabah Coronavirus Disease 19 (Covid-19) dan anjuran untuk work from home (WFM), masih berjalan cukup baik. Minat masyarakat yang tinggi sejauh ini juga masih bisa dilayani dengan baik.

“Hingga kuartal pertama tahun 2020 ini ada lima bank pelaksana yang melakukan penyaluran tertinggi per Januari hingga 24 Maret 2020 dengan Bank BTN tetap yang tertingi sebanyak 4.420 unit. Selanjutnya Bank BNI 1.925 unit, BPD BJB 961 unit, Bank Arthagraha 390 unit, dan BPD Jatim Syariah 350 unit,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Senin (30/3).

Hingga saat ini ada sebanyak 121.201 calon debitur yang sudah mendaftar melalui aplikasi SiKasep dan sebanyak 42.059 orang sudah lolos subsidi checking sementara masih ada 37.878 debitur yang menunggu proses verifikasi bank. Masih ada 25.979 orang calon debitur yang belum mengajukan subsidi checking dan 438 orang tidak lolos subsidi checking.

Data pencairan hingga 26 Maret 2020 sudah mencapai 11.497 unit senilai lebih dari Rp1,15 triliun. Minat masyarakat yang besar ini juga terlihat dari realisasi dalam satu hari pada 27 Maret 2020 yang mencapai 178 unit senilai Rp18.378.729.000.

“Pemerintah melalui PPDPP pada tahun 2020 ini target penyaluran FLPP sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun anggaran 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok FLPP. Ada 37 bank pelaksana yang terdiri dari 10 bank konvensional dan 27 bank pembangunan daerah (BPD), masyarakat bisa memilih bank sesuai pilihannya dan ada banyak kemudahan dengan aplikasi SiKasep,” bebernya.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate