HousingEstate, Jakarta - Perencana keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Ahmad menyarankan, saat resesi akibat pandemi seperti saat ini, kalau mau berinvestasi, pilih instrumen yang bernilai tinggi tapi sedang turun harganya. Contohnya, properti dan saham. “Kalau dijual lagi saat ekonomi pulih nanti, kita bisa dapet return berlipat-lipat. Untuk saham pilih yang bluechip, sedangkan properti cari yang barangnya bagus, lokasinya strategis, dan pemiliknya mau memberikan diskon harga,” katanya seperti dikutip sebuah media online awal Juli lalu.

Di Jakarta, salah satu lokasi properti yang strategis itu adalah koridor bisnis Simatupang (Jalan RA Kartini-TB Simatupang), Jakarta Selatan.  Di sini banyak apartemen dipasarkan. Salah satunya SQ Rés besutan PT Intiland Development Tbk. Proyek dikembangkan di atas lahan 1,3 ha di kawasan mixed use (proyek properti terpadu) South Quarter (SQ), Jalan RA Kartini, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

SQ Res terdiri dari dua menara apartemen 21 lantai mencakup 700 unit hunian. Tipe unitnya mulai dari studio seluas 30 m2, satu kamar tidur/bed room (BR) 36 m2 & 45 m2, 1+1BR 60 m2, 2BR 86 m2 & 93 m2, sampai dual key 117 m2. Semua luas semigross. Harganya mulai dari Rp1,1 miliar/unit atau sekitar Rp35 jutaan/m2. SQ sudah dilengkapi menara perkantoran serta area komersial SQ Dome.

Sementara SQ Rés sendiri dilengkapi fasilitas internal seperti kolam renang, sarana olah raga, kafe-restoran, sentra ATM, parkir mobil dan sepeda, area park & ride sebelum menuju ke MRT Fatmawati, ruang kesehatan, perpustakaan, dan co-working space. Masih banyak apartemen lain baik yang sudah jadi maupun sedang dibangun di kawasan Simatupang, seperti Apple Residence, MidTown, Branz Simatupang, Anandamaya, Beverly Hills, dan lain-lain.

Menurut Hammy Sugiharto, Head of Marketing SQ Rés, kawasan TB Simatupang layak jadi tujuan investasi properti, untuk disewakan atau dijual lagi guna mendapatkan capital gain (keuntungan dari surplus harga jual). Alasanya paling tidak ada tiga.

Pertama, koridor bisnis TB Simatupang dikenal sebagai lokasi banyak gedung perkantoran yang diisi perusahaan multinasional yang memperkerjakan tenaga kerja lokal dan  asing. Sebagian tentu membutuhkan hunian yang nyaman dan dekat dengan kantornya.

“Jadi, apartemen sangat potensial disewakan. Rata-rata harga sewa apartemen di kawasan TB Simatupang saat ini antara USD1.200  hingga USD2.500 (per bulan tergantung apartemen dan tipe unit),” katanya. Penyewaan apartemennya tidak hanya bulanan dan tahunan, tapi bisa juga harian seperti hotel. Mengutip situs penyewaan properti Travelio, tarif sewa harian apartemen di kawasan TB Simatupang dalam rupiah berkisar antara Rp250 ribu sampai Rp500 ribu/unit tergantung apartemen dan tipe unit.

Kedua, kawasan TB Simatupang dikelilingi banyak fasilitas publik, mulai dari sekolah bertaraf internasional (Jakarta Intercultural School, Ichthus School, High Scope), pusat perbelanjaan (Cilandak Town Square, Poins, Pondok Indah Mall), hingga rumah sakit (RSUP Fatmawati, Siloam Hospital, Mayapada Hospital).

Ketiga, kawasan TB Simatupang terintegrasi dengan sarana transportasi massal seperti Moda Raya Terpadu (MRT) dan Transjakarta (busway), serta dilintasi jalan tol JORR yang terkoneksi dengan semua jalan tol di megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Melalui transportasi massal itu, kawasan TB Simatupang juga terkoneksi langsung dengan moda transportasi kereta ringan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodetabek yang sedang dibangun.

SQ Res bersama apartemen Anandamaya dan Branz Simatupang misalnya, berada di antara stasiun MRT Fatmawati dan Lebak Bulus (masing-masing berjarak sekitar 500 meter dari lokasi ketiga apartemen). Kedua stasiun MRT itu bisa dicapai dengan Transjakarta dari lokasi apartemen. Dengan MRT menuju kawasan pusat bisnis utama Jakarta di Jalan Sudirman-Thamrin hanya 20-30 menit.

Tentu saja investasi properti harus diperlakukan sebagai investasi jangka panjang. Resesi ekonomi akibat pandemi seperti saat ini adalah momen membeli. Setelah ekonomi pulih satu dua tahun kemudian, penyewaan apartemen bisa makin ramai. Lima enam tahun kemudian apartemen bisa dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibanding saat dibeli.

Apakah harga yang ditawarkan developer memang layak beli atau kurang menarik, anda bisa membandingkannya dengan harga apartemen sekelas di sekitarnya. Sekelas dalam arti setara segmen apartemen, status (sudah jadi, baru jadi, atau sedang dikembangkan, dilengkapi furnitur atau tidak), fasilitas, serta kualitas dan ukuran unitnya.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020