HousingEstate, Jakarta - Proyek Nongsa D-Town hasil pengembangan Citramas Group dan Sinar Mas Land (SML) melalui perusahaan konsorsium PT Citra Sinar Global diresmikan secara virtual oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Perdagangan dan Perindustriann Singapura Chan Chun Sing.

Proyek ini didesain sebagai kawasan ekonomi digital yang akan menjadi jembatan penghubung berbagai perusahaan digital dan teknologi antara Indonesia dan Singapura. Pengembangan proyek ini dilatarbelakangi oleh potensi pertumbuhan ekonomi digital antara kedua negara. Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki ekosistem start up paling aktif di Asia Tenggara dan nomer lima di dunia setelah Amerika, India, Inggris, dan Kanada.

Menurut Airlangga, Indonesia terus bekerja sama secara bilateral dengan Singapura dalam menambah kemampuan berkompetisi, lapangan kerja, dan investasi untuk memperkuat stabilitas regional. “Batam memiliki lokasi strategis dan dekat dengan Singapura sehingga keberadaannya sebagai jembatan digital antara Indonesia dan Singapura. Saya harap peresmian Nongsa D-Town ini bisa menjadi akselerator dan memberikan dampak yang signifikan terhadap industri digital di Batam juga mendukung kerja sama bilateral Indonesia-Singapura,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan Rabu (3/3).

Sementara itu menurut Chan, proyek Nongsa D-Town ini mencerminkan apa yang dapat dicapai ketika pemerintah dan pelaku usaha kedua negara bekerja sama. “Nongsa D-Town ini bisa menjadi jembatan digital yang menghubungkan Singapura dengan beragaam komunitas digital di Indonesia yang perkembangannya sangat pesat,” katanya.

CEO SML Michael Widjaja mengatakan, keberadaan Nongsa D-Town di kawasan ekslusif Pulau Batam akan menjadi destinasi generasi muda dalam membangun industri kreativitas dan konektivitas di bidang kreatif dan teknologi digital.

“Fasilitas dan infrastruktur mumpuni di Nongsa D-Town disiapkan tidak hanya untuk bekerja tapi juga dilengkapi dengan pusat pelatihan digital untuk  mempersiapkan talent-talent dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan. Keberadaan digital talent pool ini akan memantapkan ekosistem Nongsa D-Town sebagai pusat ekonomi digital di Indonesia,” bebernya.

Sementara itu CEO Citramas Group Mike Wiluan menyampaikan, ketersediaan digital talent pool yang tidak terbatas oleh letak geografis ini menarik potensi dari Indonesia dan Singapura.

“Nongsa D-Town  siap  menjadi jembatan digital Indonesia-Singapura khususnya dengan talent pool untuk generasi muda yang saat ini sangat diperlukan oleh kedua negara,” katanya.

Nongsa D-Town merupakan pengembangan dari Nongsa Digital Park yang telah diresmikan pada tahun 2018 lalu. Nongsa Digital Park berada di kawasan ekonomi khusus yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di Batam dan saat ini telah menampung 1.000 tenaga kerja digital dari 100 perusahaan multinasional.

Proyek ini didesain oleh Surbana Jurong dari Singapura dan ke depannya Nongsa D-Town diproyeksikan bisa menampung 8.000 tenaga kerja digital  dengan luas total 62 ha. Kawasannya juga akan dilengkapi dengan perkantoran dan area penunjang lain seperti pusat perbelanjaan, pusat pelatihan digital, hotel, dan co-working/co-living space.

Nongsa D-Town ini akan memberikan Singapura akses untuk mengembangkan bisnis serta lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Lokasinya sangat strategis karena hanya 40 menit dari Singapura menggunakan feri dan 15 menit perjalanan darat dari Bandar Udara Internasinal Hang Nadim Batam.