HousingEstate, Jakarta - i metropolitan seperti Jakarta terkadang menanam di media tanah pun sudah susah, karena hunian sudah tidak lagi memiliki tanah untuk bercocok tanam. Tapi, jangan khawatir. Anda tetap bisa menanam tanaman sayuran dengan sistem hidroponik (arti harfiahnya bekerja dengan air).

Ada beberapa sistem tanam hidroponik: nutrient film/flow technique (NFT), aeroponics, dynamic root floating, dan irigasi drip khusus untuk tanaman tomat. “Yang biasa digunakan sistem NFT dan aeroponics,” kata Eny Suryani, petani sayuran system hidroponik di Pati, Jawa Tengah.

Menurutnya perangkat tanam hidroponik dapat dibeli seharga Rp500 ribu – Rp2 juta/set tergantung ukurannya. Untuk di halaman rumah ukuran ruang minimal satu meter persegi. Perangkat hidroponik dapat ditaruh di teras, balkon, atau di halaman. Medianya berupa pipa dari PVC, pompa akuarium, bak penampung air, dan stirofoam.

Media bisa dipasang vertikal dan horizontal. Pipa dengan posisi horizontal untuk menaruh tanaman, pipa dengan posisi vertikal sebagai penyangga sekaligus tempat mengalirkan air. Bibit disemai dulu di wadah berisi arang sekam dan disimpan tanpa terkena sinar matahari hingga 3 – 4 hari.

Dalam masa itu akan tumbuh tanaman kecil yang siap ditaruh di stirofoam yang sudah dilubangi. Stirofoam diletakkan di lubang pipa yang berposisi horizontal. Pastikan air terus mengalir supaya tanaman menyerap udara dan nutrisi di dalam air. Tidak perlu perawatan pada sistem tanam hidroponik. Hanya setelah panen, perangkat dibersihkan, dilap kering dan dijemur sebelum ditanam tanaman baru. Pasalnya, hama pada sistem hidroponik biasanya berupa jamur pada dasar pipa.

Pemupukan dengan pupuk cair yang banyak dijual di toko peralatan berkebun. Masukkan pupuk ke dalam bak air sehingga mengaliri tanaman. Takarannya, satu liter air untuk setengah liter pupuk cair. Umumnya tanaman sayur seperti tomat, cabe, dan paprika akan berbuah dalam 70 – 85 hari. Setelah itu harus diganti dengan tanaman baru. Yang biasa ditanam dengan sistem hidroponik antara lain cabe, kangkung, selada, sawi, bayam, tomat, dan paprika. “Dengan sistem hidroponik tanaman jadi lebih segar. Tidak akan terjadi pembusukan pada akar karena ada udara yang membantu penguapan air,” kata Eny.