Sabtu, Mei 9, 2026
HomeBerita PropertiSerpong Jaya Pasarkan Rumah Tiga Kamar Rp900 Jutaan

Serpong Jaya Pasarkan Rumah Tiga Kamar Rp900 Jutaan

Serpong dan sekitarnya di Tangerang Selatan, Banten, adalah sentra hunian menengah atas dan mewah di barat Jakarta. Yang mengembangkannya adalah berbagai kota baru di wilayah itu, seperti BSD City, Alam Sutera, serta Summarecon Serpong dan Paramount Land di kawasan eks Gading Serpong, Bintaro jaya, Graha Raya, dan Lippo Karawaci.

Akses ke wilayah Serpong dan sekitarnya dari seantero Jabodetabek juga mudah, dengan kereta komuter atau lewat jalan tol. Karena banyaknya kota baru yang dikembangkan di kawasan, fasilitas umum di Serpong pun lengkap layaknya sebuah kota termasuk sentra gaya hidup dan universitas-universitas ternama.

Itulah kenapa para pengamat menilai pengembangan real estate di kawasan Serpong paling kinclong, dengan nilai jual properti paling tinggi. Saat ini praktis tak ada lagi hunian yang cukup terjangkau di Serpong. Semuanya sudah berharga miliaran rupiah per unit baik yang baru maupun seken. Jangan heran permintaan properti di Serpong terutama sebagai investasi selain hunian tak pernah surut.

Head of Advisory Services Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril, menyatakan, saat ini harga tanah untuk rumah tapak di Serpong sudah berada di kisaran Rp12-25 jutaan per meter (m2) tergantung lokasi. “Pengembangan hunian kelas atas dengan segala fasilitasnya telah mendongkrak harga tanah di Serpong. Tapi, melihat aksesibilitasnya yang memadai dan terus bertambah, jarak Tangerang Selatan yang dekat dengan Jakarta, dan fasilitas kawasan yang sudah komperhensif, menurut saya harga tanah itu masih reasonable,” katanya.

Sekarang misalnya, titik terjauh jalan tol menuju Serpong dan sekitarnya sudah bertambah hingga Legok, Kabupaten Tangerang, menyusul rampungnya konstruksi jalan tol Serpong-Balaraja seksi 1A. “Ini membuat captive market Serpong makin luas,” jelasnya. Situasi itu membuka peluang para pengembang real estate di sekitar Serpong yang harga tanahnya masih cukup rendah, untuk menawarkan properti yang harganya masih cukup terjangkau kalangan muda.

Misalnya, para pengembang di koridor Serpong-Pamulang mencakup Jalan Raya Siliwangi sampai Jalan Raya Puspitek-Jalan Muncul yang cukup dekat dengan BSD City. Prospek pengembangan real estate di koridor tersebut juga didorong oleh perkembangan wilayah Bintaro, Ciputat, dan Pamulang, yang harga rumahnya juga sudah tinggi. Beberapa perumahan di Ciputat misalnya, menjual rumah satu lantai seharga mulai dari Rp1 miliaran per unit. Sedangkan di Pamulang seperti Cendana Residence di Jalan Benda Raya, harga rumah dua lantai seken sudah tembus Rp2 miliaran. Sementara di Bintaro Jaya harga rumahnya jauh lebih tinggi lagi.

Salah satu developer yang mengembangkan perumahan di koridor itu adalah PT Jaya Real Property Tbk (JRP) melalui Serpong Jaya (32 ha). Lokasinya di Jalan Raya Puspitek-Pamulang, di kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Ini proyek real estate ketiga JRP di Tangerang Selatan setelah Bintaro Jaya di Pondok Aren dan Graha Raya di Pondok Kacang.

Juli lalu Serpong Jaya melansir Nora, rumah tipe terbaru untuk melengkapi lima tipe sebelumnya di klaster The Garden. Nora dikembangkan dekat dengan gerbang utama perumahan. “Tipe ini dipasarkan dengan banyak kelebihan sebagai tempat tinggal, dengan berbagai fasilitas dan kemudahan akses, namun harganya tetap terjangkau di pusat kota Tangerang Selatan,” kata Maulana Farizil Qudsi, Marketing Manager Serpong Jaya, melalui keterangan tertulis Selasa (15/8/2023).

Nora didesain bergaya moderen tropis skandinavian yang selaras dengan cita rasa kaum muda saat ini, yang menginginkan hunian kompak clean look dengan banyak bukaan dan tanpa banyak sekat di bagian dalam, sehingga terasa lapang. Nora hanya dipasarkan 28 unit. Luas bangunannya 65 m2 di atas kaveling 60 m2 (5 x 12), dilengkapi 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan 1 carport. Harganya Rp900 jutaan per unit. Semua rumah menghadap ke jalan lingkungan selebar (RoW) 8 meter. Semua utilitasnya ditanam di dalam tanah.

Selain Nora, Serpong Jaya juga memasarkan rumah yang lebih premium di klaster The Hills (8.000 m2/36 unit), tipe 77/72 (6 x 12) dan 93/84 (7 x 12). Bangunannya dua lantai bergaya modern simpel, juga dengan banyak bukaan besar berupa jendela kaca. Harganya Rp1,5-1,8 miliar/unit. Rumah contohnya sudah ada di lokasi proyek. Semua rumah di dua klaster di atas dipasarkan inden 18 bulan sejak konsumen meneken PPJB. Serpong Jaya yang dikembangkan sejak tahun 2013 sudah memasarkan 1.100 unit rumah. Sebanyak 1.071 unit yang sudah dibangun, dan sekitar 725 unit telah dihuni.

 

Berita Terkait

Ekonomi

Kredit Bermasalah Pinjol Masih Bertahan Tinggi

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Wamenkeu: Defisit Fiskal Tahun Ini Maksimal 2,9 Persen

Defisit fiskal atau kekurangan anggaran RI terancam melebar tahun...

BPS: Penduduk Indonesia Kini 284,67 Juta, 68,92 Persen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan...

Menkeu: Kita Sudah Keluar dari Jebakan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Menteri Keuangan (Mnekeu) Purbaya Yudhi Sadewa sumringah, karena perekonomian...

Berita Terkini