Selasa, April 21, 2026
HomeBerita PropertiKendaraan Listrik Jadi Leading Pembelian Lahan Industri

Kendaraan Listrik Jadi Leading Pembelian Lahan Industri

Hingga periode kuartal ketiga (Q3) 2024, pasar lahan industri di Indonesia mencapai tonggak pencapaian yang signifikan. Capaian pada periode ini telah melampaui total penjualan tahun 2023 bahkan melebihi rekor yang dicapai sejak tahun 2020.

Penyerapan untuk segmen lahan industri pada tahun 2024 ini telah mencapai 320 ha dan capaian ini telah membuat peningkatan yang substansial dibandingkan rata-rata tahunan sebesar 200 ha yang merupakan rata-rata capaian tahun 2020 hingga 2023. Demikian laporan yang diterbitkan Colliers Indonesia.

“Kinerja yang baik ini menandakan pemulihan yang kuat serta pertumbuhan yang kokoh dalam sektor industri. Ekspansi cepat dari sektor kendaraan listrik (EV) ditambah kontribusi yang konsisten dari sektor industri utama lainnya menandai periode ini sebagai fase transformasi bagi sektor tersebut,” ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia dalam publikasi yang diterbitkan Senin (2/12).

Adapun sektor kendaraan listrik yang telah menjadi pendorong utama di balik pertumbuhan ini menjadikan EV sebagai kekuatan dominan dalam permintaan lahan industri melampaui sektor data center yang sebelumnya memimpin pasar. Lonjakan industri terkait kendaraan listrik ini mencakup produksi baterai dan kegiatan pendukung lainnya yang memperkuat peran penting sektor otomotif dalam ekspansi ini.

Baca juga: Permintaan Lahan Industri Melesat, Terbesar dari Sektor Otomotif

Di luar sektor EV, Ferry juga menyebut industry lain tetap memainkan peran penting dalam mempertahankan pertumbuhan khususnya pada segmen ini. Sektor-sektor seperti bahan bangunan, barang konsumen (FMCG), makanan dan minuman (F&B), elektronik, serta farmasi telah memberikan juga kontribusi yang besar pada penjualan lahan secara keseluruhan.

“Meskipun sektor pusat data tetap relevan namun sektor ini mengalami penurunan dalam pembelian lahan dengan penjualan yang turun menjadi 35,6 ha pada Q3 2024 dibandingkan dengan 67,4 ha pada tahun 2023 terutama di kawasan industri,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini