Rabu, April 22, 2026
HomeNewsEkonomiSelama 2024 Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD31,04 Miliar

Selama 2024 Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD31,04 Miliar

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso melaporkan, Rabu (15/1/2025), surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2024 mencapai 2,24 miliar dolar AS (USD).

Kendati merosot, surplus Desember 2024 itu melanjutkan surplus pada November 2024 yang tercatat USD4,37 miliar. Dengan surplus Desember 2024 itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 56 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Total selama 2024 surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD31,04 miliar, menurun dibanding surplus 2023 sebesar USD36,89 miliar.

“BI memandang surplus neraca perdagangan itu positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut,” tulis Ramdan.

Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 55 Bulan Berturut-Turut

Surplus neraca perdagangan yang berlanjut, disertai cadangan devisa yang membesar, dan data inflasi 2024 yang rendah, tetap tidak mampu memperkuat nilai tukar rupiah.

Faktor Trump dan data perekonomian Amerika Serikat (AS) yang menguat, membuat USD saat ini begitu perkasa. Bukan hanya terhadap rupiah tapi juga mata uang semua negara berkembang dan mata uang negara-negara maju.

BI sendiri menyatakan, kurs rupiah terhadap USD pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025), hanya melemah 1 persen (ptp) dari level akhir 2024.

Nilai tukar rupiah itu juga disebut relatif lebih baik dibanding kurs mata uang regional lain, seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah 1,20 persen, 1,33 persen, dan 1,92 persen.

Selain itu, nilai tukar rupiah menguat terhadap mata uang kelompok negara maju di luar USD, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Angka Defisit Fiskal adalah Sinyal Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pimpinan...

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Berita Terkini