Selasa, Mei 26, 2026
HomeInvestasiRupiah Melemah, Ini Pilihan Investasi Yang Cocok

Rupiah Melemah, Ini Pilihan Investasi Yang Cocok

Nilai mata uang rupiah yang melemah terhadap dollar Amerika tentu berdampak pada banyak hal. Mulai dari harga barang impor yang naik, biaya ke luar negeri kian mahal, hingga kekhawatiran kondisi investasi maupun tabungan jangka panjang.

Apa penyebab rupiah terus melemah. Tentu tidak ada faktor tunggal karena ada beberapa penyebab. Nilai rupiah sempat menembus angka Rp17.500 per dollar pada medio Mei lalu yang dipengaruhi sejumlah faktor eksternal terutama penguatan dollar dan meningkatnya ketidakpastian global.

Bukan hanya di Indonesia, kondisi ini juga membuat mayoritas mata uang di kawasan Asia ikut melemah khususnya terhadap dollar Amerika. Beberapa penyebabnya yaitu ketidakpastian konflik Timur Tengah yang terus meningkatkan kekhawatiran pasar global.

Kemudian ekspektasi suku bunga Amerika yang tetap tinggi. Kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik juga memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi Amerika. Jika inflasi tetap tinggi, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Saat ini The Fed masih mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5-2,75 persen.

Selain itu faktor psikologis pasar. Penyebab nilai rupiah melemah diperparah oleh faktor psikologis hingga nilai tukar tembus ke level 17.500 per dolar Amerika. Dalam keuangan, level psikologis kerap memengaruhi sentimen investor. Defisit neraca perdagangan juga menjadi menjadi salah satu penyebab rupiah melemah.

Di tengah situasi ini investasi apa yang cocok dipilih khususnya saat kondisi ekonomi tidak stabil. Dikutip dari laman Pegadaian Selasa (26/5), beberapa jenis investasi tetap dinilai rendah risiko dan bisa menjaga nilai aset bahkan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

Baca juga: Dorong Anak Muda Berinvestasi, Ada Reksadana Mulai Rp10 Ribu

Emas
Emas dikenal sebagai salah satu instrumen safe haven yang banyak diminati saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Investasi emas cukup populer karena nilainya cenderung lebih tahan terhadap inflasi dan pelemahan mata uang. Ketika harga emas sedang terkoreksi, kondisi tersebut sering dimanfaatkan investor untuk membeli dan menyimpannya dalam jangka panjang. Saat ini, investasi ini juga semakin mudah diakses karena tersedia berbagai platform digital dengan nominal pembelian yang terjangkau. Misalnya, layanan Tabungan Emas di Pegadaian melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Tabungan Dolar
Tabungan dolar juga menjadi pilihan investasi yang cukup banyak digunakan ketika nilai rupiah melemah. Instrumen ini bekerja dengan memanfaatkan perubahan kurs mata uang asing terhadap rupiah. Strateginya biasanya dilakukan dengan membeli dolar saat nilai rupiah masih kuat, lalu menyimpannya hingga kurs dolar naik. Ketika rupiah melemah, nilai simpanan dalam dolar pun ikut meningkat. Jenis investasi ini cocok bagi investor yang memiliki kebutuhan dalam mata uang asing di masa depan, seperti biaya pendidikan, perjalanan luar negeri, atau transaksi internasional lainnya.

Baca juga: Belajar Investasi dari Maestro Warren Buffett, Bill Gross, Ray Dalio

Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
ORI merupakan surat utang negara yang ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia. Instrumen ini cukup diminati karena memiliki risiko relatif rendah dan legalitas yang jelas dari pemerintah. Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, ORI juga cocok bagi investor yang ingin mencari instrumen investasi dengan tingkat keamanan lebih terukur saat kondisi ekonomi sedang bergejolak. Di sisi lain, investasi ORI juga membantu pembiayaan pembangunan negara karena dana yang terhimpun digunakan untuk kebutuhan pemerintah.

Berita Terkait

Ekonomi

Pakar UGM: Narasi Optimis Pemerintah Tidak Sesuai dengan Realitas

Terdapat jarak yang makin lebar antara narasi optimis pemerintah...

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Berita Terkini