Moire Rugs dan Eugenio Hendro Perkenalkan “Tapak Tumbuh” Jelang JIA Curated 2026
Moire Rugs bersama product designer Eugenio Hendro dan para kolaborator, memperkenalkan “Tapak Tumbuh: A Landscape by MOIRE & Friends”, melalui Singgah Session, pre-event yang digelar di showroom Moire Rugs di Jakarta akhir Juli lalu.
Acara menjadi perjumpaan perdana bagi media, desainer, dan pelaku industri kreatif dengan konsep instalasi, yang kelak yang akan ditampilkan penuh dalam JIA Curated Bali 2026, 13–17 Agustus 2026, di Pantai Pengembak, Sanur, Bali.
Mengutip keterangan Moire Rugs, merek karpet mewah (bespoke rugs) di bawah PT Hesitada Inti Design yang memproduksi pelapis lantai kelas couture dan karya seni tekstil, lebih dari sekadar ruang pamer, Tapak Tumbuh dirancang sebagai lanskap hidup dalam transformasi.
Sebuah ekologi material tempat proses tumbuh, merakit, dan menghidupkan gagasan. Dikembangkan Moire Rugs bersama lingkar kolaborator lintas disiplin, instalasi mengajak pengunjung menelusuri hubungan yang tak terpisahkan antara alam, material, dan campur tangan manusia.
Eugenio Hendro, Product Designer dan konseptor Tapak Tumbuh menjelaskan, melalui instalasi itu ia ingin menjelaskan gambaran awal mengenai pengalaman ruang yang nantinya akan dihadirkan di JIA Curated.
Tapak Tumbuh memberikan pemahaman, ini bukan soal menolak kemajuan, melainkan memastikan kemajuan tetap berakar pada hubungan yang utuh dengan tanah, material, dan proses yang melahirkannya.
Tapak Tumbuh adalah upaya membuat relasi itu terlihat, dan bahwa inovasi tidak harus menjauh dari alam, tetapi justru bisa tumbuh darinya.

“Tapak Tumbuh lahir dari gagasan, kemajuan material tidak seharusnya menjauhkan manusia dari asal-usulnya. Instalasi ini justru menegaskan, inovasi paling bermakna berangkat dari hubungan yang sadar dengan tanah, serat, sisa panen, dan proses tangan manusia yang mengolahnya,” katanya.
Baca juga: “The Intelligence of Surfaces” di Jia CURATED 2026, Filosofi Lamitak dalam Bentuk Perjalanan Ruang
Melalui Tapak Tumbuh, pengunjung diajak berjalan melalui sebuah narasi berlapis. Dari source, ketika material ditampilkan dalam bentuk asalnya, menuju process, ketika bahan diolah, ditekan, dipilah, dan dibentuk; lalu ke purpose, saat material berkembang menjadi elemen ruang yang fungsional sekaligus puitis; hingga akhirnya ke hands, saat peran manusia sebagai penghubung antara alam dan desain menjadi nyata.
Kolaborasi diwujudkan melalui kontribusi berkesinambungan dari sejumlah pihak. Planawood mengolah limbah sekam padi menjadi material struktural yang membentuk kerangka paviliun.
Singres Tiles menghadirkan hand-pressed tiles edisi khusus JIA Curated, yang membentuk permukaan mosaik berbasis tanah.
Moire Rugs mengeksplorasi akar, daun, dan serat alami menjadi tekstil spasial yang tidak hanya dilihat, tapi juga dialami sebagai lanskap.
Presisi Contractor menerjemahkan gagasan menjadi konstruksi yang presisi dan terbangun utuh. Sementara Eugenio Hendro merancang visi konseptual, yang menyatukan seluruh kontribusi menjadi satu pengalaman ruang yang kohesif.
Baca juga: Prismatic Journey Taco, Kebebasan Ekspresi Melalui Keragaman Material
Kolaborasi juga didukung Fumira, Rafes England, dan Visalux yang melengkapi pengalaman Tapak Tumbuh sebagai sebuah lanskap hidup.
Fumira menginterpretasikan material roofing & pelapis dinding menjadi bagian dari bahasa desain yang menyatu dengan struktur paviliun.
Rafes England menghadirkan elemen hardware sebagai ekspresi visual yang memperkaya karakter ruang, sementara Visalux menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang menghidupkan material, menonjolkan detail craftsmanship.
Tama Florentina, Owner Moire Rugs menyatakan, baginya Tapak Tumbuh bukan sekadar kolaborasi, tapi wujud arah eksplorasi material ke depan. “Melalui instalasi ini, kami ingin menunjukkan, material alami dan tekstil bukan hanya elemen estetis, melainkan bagian dari ekosistem ruang yang hidup,” katanya.

Kehadiran Tapak Tumbuh di JIA Curated Bali 2026 selaras dengan semangat JIA Curated sebagai platform yang mempertemukan kriya, desain, dan budaya dalam format akhir pekan yang imersif. Dengan pendekatan desain dan spasial yang berbeda, Tapak Tumbuh merangkai seluruh elemen menjadi satu perjalanan material yang saling menyambung dan utuh.
Baca juga: Fio dan MASSHIRO&Co Kolaborasi Rilis Koleksi Karpet Eksklusif Montreal KURO
Nantinya di Jia Curated, pengunjung tidak hanya melihat hasil akhir, tapi juga diajak memahami bahwa setiap bentuk, tekstur, dan struktur lahir dari relasi yang aktif antara alam dan manusia.
Dari gabah menjadi decking, dari tanah menjadi mozaik, dari vegetasi menjadi tekstil, setiap elemen menampilkan satu bab tentang bagaimana material dapat berevolusi ketika diperlakukan sebagai bagian dari ekologi, bukan sekadar sumber daya.
“Dalam konteks inilah Tapak Tumbuh hadir sebagai salah satu wacana penting tentang masa depan material, ruang, dan kolaborasi, yang berakar pada alam,” tutup Eugenio Hendro.
Instalasi penuh “Tapak Tumbuh: A Landscape by MOIRE & Friends” akan dibuka untuk publik selama acara JIA Curated 2026, yang melibatkan 150 brand Indonesia dan internasional, menampilkan lebih dari 70 display.